Senin, 08 Jun 2026 04:01 WIB

Sapi Warga Jombang Mati Mendadak Dipastikan Terjangkit PMK

Dokter hewan dari Dinas Peternakan Jombang saat melakukan pengobatan pada sapi milik Deni Setiawan yang terjangkit PMK.(Foto: Elok Aprianto)
Dokter hewan dari Dinas Peternakan Jombang saat melakukan pengobatan pada sapi milik Deni Setiawan yang terjangkit PMK.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Dua sapi milik warga Dusun Kendil Wesi, Desa Pulorejo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, mati mendadak. Hewan ternak tersebut dipastikan terjangkit penyakit mulut kuku (PMK).

“Pemeriksaan sapi hari ini kondisinya sudah lumayan, menuju kesembuhan, atau bisa dikatakan masa pemulihan lah,” ungkap drh Fatkhur Rohman selaku medic feteriner wilayah Tembelang usai melakukan pemantauan dan perawatan sapi-sapi milik Deni Setiawan, warga Dusun Kendil Wesi, Desa Pulorejo saat ditemui di kandang milik Deni, Kamis (12/5/2022).

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Berdasarkan penelusuran, sapi milik Deni berasal dari Pasar Balongpanggang. Hewan itu sudah terindikasi gejala PMK sejak Jumat. Selanjutnya, sapi-sapi yang terindikasi PMK dilakukan pengobatan selama 5-7 hari. Kondisinya saat ini sudah mulai makan.

“Sudah mau makan, sudah bisa berdiri, dan luka-lukanya sudah mulai sembuh,” paparnya.

Ditanya bagaimana gejala awal sapi yang terjangkit PMK, Fatkhur mengatakan hewan akan mengalami demam selama 3 hari. Selanjutnya, disusul dengan gejala berikutnya. Yakni adanya luka-luka pada bagian mulut sapi.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

“Jadi sapinya tidak mau makan, ada demam, terus air liurnya itu berlebihan. Muncul luka-luka kayak lepuan gitu. Terus hari berikutnya ada luka-luka di kaki. Nah ini yang menjadi ciri, ada luka di kaki dan mulut. Makanya disebut penyakit kuku dan mulut,” ucapnya.

Fatkhur menambahkan, awalnya sapi milik Deni berjumlah 5 ekor. Salah satunya berasal dari Pasar Balongpanggang. Sapi itulah yang menularkan penyakit ke hewan lainnya. Beruntung belum menular ke kandang yang lainnya.

“Sapi itu dibeli dari Pasar Balongpanggang. Di sini kondisinya agak sakit. Kami obati seperti biasa. Nggak tahu kalau itu misalnya PMK, setelah beberapa hari gejalanya mirip PMK. Di Kecamatan Tembelang masih satu kandang ini saja. Hasil lab itu hewan sapinya positif PMK, itu informasi dari dinas, karena yang menguji lab kan Dinasnya,” bebernya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi penularan, ia menghimbau agar para peternak selalu menjaga kebersihan kandang, maupun kebersihan diri.

“Lalu lintas ternaknya itu harus dijaga. Setiap keluar masuk harus disemprot hewannya dan orangnya juga. Kalau mau ke peternak yang lain itu harus ganti baju,” tukasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.