Rabu, 17 Jun 2026 07:48 WIB

Gunung Agung di Bali Belum Stabil, PVMBG: Masih Berpotensi Erupsi

  • Penulis :
  • | Sabtu, 07 Jul 2018 11:13 WIB
Foto: Dok. jatimnow.com
Foto: Dok. jatimnow.com

jatimnow.com - Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Devy Kamil Syahbana menyatakan, kondisi Gunung Agung terpantau masih belum stabil dan berpotensi mengalami erupsi susulan.

"Kondisi Gunung Agung belum stabil. Namun, potensi erupsi yang lebih besar dari erupsi yang terjadi sebelumnya masih relatif kecil. Karena saat ini estimasi kami terhadap magma yang ada di dalam tubuh gunung masih belum signifikan," ujar dia saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Sabtu (7/7/2018).

Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Agung Mereda, Bandara Banyuwangi Kembali Dibuka

Dengan adanya gambaran umum ini, pihaknya masih menempatkan level Gunung Agung berstatus siaga atau level tiga, sehingga pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius empat kilometer, baik itu melakukan pendakian.

Untuk aktivitas terkini Gunung Agung sejak Pukul 00.01 WITA hingga Pukul 09.00 WITA, secara visual masih mengamati ada asap putih dengan ketinggian 200-300 meter dari atas puncak. "Masyarakat yang di luar radius empat kilometer diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik," ujarnya.

Sedangkan dalam enam jam terakhir, jumlah aktivitas vulkanik hanya mengalami enam kali gempa hembusan yang artinya gempa dengan konten rendah yang mengindikasikan adanya pergerakan fluida yang dominan ke permukaan dari pada gempa vulkanik yang saat ini tidak terekam.

"Kalau ada gempa vulkanik mengindikasikan adanya pergerakan magma ke dalaman, namun saat ini kami melihat adanya pengurangan tendensi suplai magma ke permukaan," ujarnya.

Baca Juga: Antisipasi Abu Gunung Agung, Pemkab Banyuwangi Bagi-bagi Masker Gratis

Untuk deformasi Gunung Agung terlihat masih berfluktuasi, namun secara umum belum adanya pengembungan perut gunung atau penambahan volume magma yang signifikan di dalam tubuh gunung tertinggi di Bali ini.

"Secara geokimia, kami telah mengukur gas yang masih terekam 400 ton per hari, dibandingkan hari sebelumnya lebih besar sekitar 1.000 ton per hari," ujarnya.

Namun, dari jumlah gas tersebut mengindikasikan Gunung Agung mengalami sistem terbuka atau gas-gas ini bisa naik ke permukaan relatif lebih mudah. "Hal ini sangat baik untuk mengurangi tekanan di dalam tubuh Gunung Agung," ujarnya.

Baca Juga: 1.089 Penumpang di Bandara Banyuwangi Gagal Terbang

Sumber: Antara

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.