Senin, 15 Jun 2026 07:13 WIB

Cegah Penularan PMK, Skrining Sapi Masuk Pasar Hewan di Kota Probolinggo

Petugas melakukan pemeriksaan sapi yang akan masuk ke pasar hewan Kota Probolinggo. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)
Petugas melakukan pemeriksaan sapi yang akan masuk ke pasar hewan Kota Probolinggo. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)

Probolinggo - Mencegah meluasnya penyebaran wabah penyakit mata dan kuku (PMK) pada hewan ternak, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Kota Probolinggo melakukan kegiatan pemeriksaan atau skrining sapi.

Pemeriksaan sapi di pasar hewan Kelurahan Jrebeng Kidul Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo, dilakukan secara ketat.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

"Kalau ada sapi yang sakit pasti dilarang masuk ke arena pasar hewan dengan cara pedagang membawa pulang dan tidak menjualnya," kata Kabid Peternakan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Kota Probolinggo Suryanto, Rabu (11/5/2022)

Ia menjelaskan, saat ini memang tengah marak ditemukan sapi yang terjangkit PMK. Oleh karena itu untuk menekan penularannya pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sapi yang diperjualbelikan oleh pedagang di pasaran.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Untuk Kota Probolinggo belum ditemukan adanya PMK yang menjangkit ternak warga, data kami belum ada laporan soal itu," jelas Suryanto.

Dalam pemeriksaan tersebut jika dinyatakan negatif PMK, petugas memberikan surat keterarangan sehat. Namun jika ditemuka dalam kondisi sakit atau terdapat tanda tanda klinis PMK maka secara otomatis petugas melarang menjualnya.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

"Terutama bagi pedagang yang ingin menjual kembali sapi sapi tersebut ke luar daerah atau luar provinsi," tegasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.