Pasar Hewan Ditutup, Pemkab Mojokerto Hadirkan Solusi Lewat Aplikasi Tumbas
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Rabu, 11 Mei 2022 12:29 WIB
Mojokerto - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto telah menyiapkan aplikasi Tumbas untuk memfasilitasi warga yang akan membeli daging sapi. Ini sebagai solusi atas penutupan pasar hewan akibat wabah pengakit mulut dan kuku (PMK). Hingga kini, kasus PMK di Kabupaten Mojokerto sudah terdeteksi di 16 kecamatan.
"Kemarin HUT Kabupaten Mojokerto sudah meluncurkan aplikasi Tumbas. Ini salah satu solusi kami bisa memfasilitasi penjualan daging sapi, kambing dalam kondisi sehat. Sementara pasar hewan ditutup, jual beli tetap bisa dilakukan. Jadi nanti tim Disperindag akan turun ke pedagang yang akan menjual ternaknya. Dipastikan sehat dulu baru bisa dilakukan distribusi. Tetapi kami lokalisasi di Kabupaten Mojokerto saja," kata Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati usai penyemprotan disinfektan di Pasar Hewan Ngrame, Pungging, Rabu (11/6/2022).
Baca Juga: Pemkab Banyuwangi Sidak Pasar dan RPH, Pastikan Bahan Pokok Aman Dikonsumsi
Dokter hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto juga akan melakukan pemantauan hingga daging sapi diantar ke RPH.
Baca Juga: Pemkab Ponorogo Terima 3.500 Dosis Vaksin PMK, Fokus pada Zona Hijau
"Ini nanti yang akan menjadi sumber ketersedian daging sapi di Kabupaten Mojokerto. Disperindag memantau terus, sehingga proses distribusi sapi potong untuk kebutuhan konsumsi bisa langsung dari peternak. Kemudian ke rumah potong hewan dan langsung distribusi ke pasar," ungkap Ikfina.
Setiap harinya, kebutuhan sapi potong di Kabupaten Mojokerto mencapai 2.000 ekor. Hingga saat ini sebanyak 622 sapi sudah terjangkit penyakit PMK dari virus Foot Mouth Disease (FMDV). 10 Ekor sapi di antaranya mati.
Baca Juga: Dampak PMK, Penjualan Daging Sapi di Pasar Induk Porong Sidoarjo Turun Drastis
"Saat ini di kabupaten 51.300 sapi potong, masih cukup dalam masa inkubasi dan kami berusaha mengendalikan PMK. Kita tidak perlu khawatir karena virus ini tidak menyerang manusia. Untuk menjamin keyakinan masyarakat, teman-teman yang di rumah hewan potong ini dipastikan sapi yang sehat," pungkasnya.
Editor : Sofyan Cahyono