Sabtu, 13 Jun 2026 12:13 WIB

Kematian karena PMK di Sidoarjo Rendah, Peternak Sapi Diminta Tak Panic Selling

Ilustrasi. Peternakan sapi di Sidoarjo. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Ilustrasi. Peternakan sapi di Sidoarjo. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

Sidoarjo - Tingkat kematian hewan yang terdampak penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Sidoarjo masih tergolong rendah. Peternak sapi diminta untuk tidak panic selling.

Sub Koordinator Kesehatan Hewan Fungsional Medik Veteriner Muda Dispaperta Sidoarjo, drh. Rina Vitriasari saat ditemui memaparkan bahwa meski tingkat infeksiusnya tinggi namun tingkat kematian hewan yang terjangkit PMK masih tergolong rendah.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Mohon masyarakat tetap tenang tidak usah panic selling atau menjual ternaknya kemana-mana yang tambah memperberat tingkat infeksiusnya, karena PMK ini tingkat infeksiusnya cukup tinggi bisa mencapai 100% tapi tingkat kematiannya masih tergolong rendah di Sidoarjo yakni 1,5%,” papar Rina, Selasa (10/5/2022).

Berdasar dari data yang diberikan oleh Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo yang menangani kasus ini, total 744 sapi telah terdampak 14 sapi dilaporkan mati dan 18 sapi dipotong paksa.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Lebih lanjut ia menekankan bahwa pihaknya telah melakukan tindakan pengobatan secara simptomatis

"Kita juga melakukan komunikasi informasi edukasi (KIE) tentang penyakit ini bahwa penyakit ini bukan penyakit zoonosis atau penyakit ini tidak menular ke manusia,” imbuhnya.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Tidak hanya itu, drh. Rina juga memastikan bahwa daging sapi yang harus dipotong paksa karena telah positif terdampak PMK tersebut masih bisa dikonsumsi.

"Dagingnya pun masih aman di konsumsi asal dengan pemasakan yang sesuai. Jadi apabila ada indikasi PMK dan terpaksa harus di potong maka kita akan arahkan ke RPH tidak boleh memotong sendiri," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.