Kamis, 18 Jun 2026 02:53 WIB

Tingkatkan Pengawasan Penyakit Hepatitis Akut, Dinkes Surabaya Sebar Surat

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Jumat, 06 Mei 2022 13:44 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina (Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya for jatimnow.com)
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina (Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya for jatimnow.com)

Surabaya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menyebut hingga saat ini belum ada temuan kasus Hepatitis Akut yang tidak diketahui penyebabnya (Etiologi). Namun, kewaspadaan terhadap penyakit tersebut tetap digencarkan dengan meningkatkan pengawasan.

"Meskipun belum ada temuan, tapi peningkatan pengawasan terus dilakukan. Salah satu caranya bersurat ke fasilitas pelayanan kesehatan. Itu sudah dilakukan sejak 28 April lalu," kata Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina, melalui keterangan tertulis, Jumat (6/5/2022).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Selain itu, bagi setiap rumah sakit, diminta agar melakukan pengamatan semua kasus sindrom jaundice atau penyakit kuning akut yang tidak jelas penyebabnya dan ditangani sesuai SOP serta pemeriksaan laboratorium.

"Kemudian, melakukan Hospital Record Review (HRR) terhadap Hepatitis Akut yang tidak diketahui Etiologinya sejak tanggal 1 Januari 2022 dan melaporkan segera jika ada penemuan kasus potensial sesuai indikasi kasus tersebut," jelasnya.

Bagi setiap puskesmas, kata Nanik, diminta agar seluruhnya melakukan penguatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada seluruh masyarakat. Termasuk pula upaya pencegahan melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten dalam berkegiatan sehari-hari dan di lingkungan tempat tinggal.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk segera mengakses Fasyankes (Puskesmas setempat) apabila mengalami sindrom jaundice," ujarnya.

Puskesmas juga diinstruksikan memantau dan melaporkan kasus sindrom jaundice akut secara rutin melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), dengan gejala yang ditandai dengan kulit dan sklera berwarna ikterik atau kuning dan urin berwarna gelap yang timbul secara mendadak.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Selain itu, puskesmas di Surabaya agar melakukan penguatan jejaring kerja surveilans lintas program dan lintas sektor di masing-masing wilayah kerja.

"Segera memberikan notifikasi (pelaporan melalui SKDR) apabila terjadi peningkatan kasus sindrom jaundice akut maupun penemuan kasus ke Dinkes Kota Surabaya," pungkas Nanik.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.