Sabtu, 20 Jun 2026 09:43 WIB

Hidup Seorang Diri, Nenek di Surabaya Malah Dicoret dari Penerima Bantuan

Wakil Komisi D Ajeng Wira Wati saat memberi bantuan sembako pada nenek Setoriyah. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Wakil Komisi D Ajeng Wira Wati saat memberi bantuan sembako pada nenek Setoriyah. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Pilu melihat nasib yang dialami nenek Setoriyah. Di usianya yang kini 72 tahun, dirinya hidup dengan keterbatasan tenaga dan ekonomi di kerasnya Kota Surabaya. Jalan hidupnya semakin terasa berat, setelah bantuan yang diterimanya sebagai warga kurang mampu, diputus tanpa alasan yang jelas.

Di rumah petak berukuran 3x3 meter, Setoriyah tinggal seorang diri. Wanita kelahiran Sampang itu terbantu kebutuhannya dari uluran tangan tetangga. Sisa tenaga di usia senjanya tak lagi bisa dipaksa untuk mencari nafkah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Berbekal informasi tersebut, Wakil Ketua Komisi D Ajeng Wira Wati mengunjungi kediaman nenek Setoriyah di kawasan RT 10, RW 05, Simolawang, Simokerto, Surabaya.

"Jadi kami memang memperoleh informasi dari warga jika ada lansia di Surabaya yang belum mendapat bantuan sosial, dan memang benar neneknya ini telah terputus dari daftar PKH ataupun BPNT sejak suaminya meninggal," ujar Ajeng, Minggu (24/4/2022).

Satu tahun sudah suami nenek Setoriyah meninggal, dan saat itu pula Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tersebut tak kembali dinikmati. RT setempat pun mengakui jika pemutusan bantuan terhadap warganya itu tanpa ada pemberitahun ataupun kejelasan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Infonya 2020 atau 2021, sebenarnya SOP-nya masih bisa ambil bantuan jika suaminya meninggal. Hanya saja kenapa diputus tanpa pemberitahuan ke nenek, ataupun RT, serta tidak pernah diundang menghadiri muskel (musyawarah kelurahan) yang harusnya masuk dalam SOP Bansos," jelas Ajeng.

Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, selain tidak mendapat bantuan dari Pemkot Surabaya, di usianya yang telah tergolong lansia, nenek Setoriyah juga tidak menerima jatah permakanan lansia yang biasa dikeluarkan oleh Dinsos Surabaya.

"Permakanan juga nggak dapat. Sehari-hari ya dari tetangga, kanan-kiri yang mau membantu," imbuhnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Ajeng berjanji, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Surabaya untuk mengetahui duduk perkara, alasan diputusnya bantuan sosial untuk nenek Setoriyah.

"Insya Allah akan kita usahakan, baik permakanan atau bansos Kemensos nanti kita akan coba advokasi," ucap Ajeng.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.