Rabu, 17 Jun 2026 19:16 WIB

4 Wanita di Kediri Lapor Polisi Tertipu Kenalan Aplikasi Kencan, Begini Modusnya

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Tomy Prambana. (Foto: Yanuar Dedy/Jatimnow.com)
Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Tomy Prambana. (Foto: Yanuar Dedy/Jatimnow.com)

Kediri - Empat wanita di Kota Kediri ramai-ramai lapor polisi. Mereka kompak mengaku menjadi korban penipuan oleh pria kenalan dari aplikasi kencan. Total uang Rp83 juta raib digondol pelaku.

Kasus ini tengah didalami penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri Kota. Ada empat korban yang mengaku menjadi korban penipuan oleh pria yang sama pada akhir Maret lalu. Polisi menyebut, pria itu berasal dari luar kota.

Baca Juga: Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

"Korbannya kurang lebih empat. Nanti kalau ada kemungkinan bertambah kita sampaikan. Saat ini dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi," kata Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Tomy Prambana, Sabtu (23/4/2022).

Dalam laporan korban, menurut AKP Tomy Prambana, mereka berkenalan dengan terlapor melalui aplikasi kencan. Mereka kemudian luluh dalam rayuan pria itu.

Melalui perkenalan singkat selama 1-2 minggu itu, masing-masing kemudian membuat janji temu di warung kopi Kelurahan Banjaran, Kota Kediri dan berpacaran.

Terlapor kemudian meminjam uang kepada korban. Korban yang kadung percaya memberikan sejumlah uangnya kepada pria tersebut. Setelah dipinjamkan, beberapa hari kemudian pelaku menghilang.

Baca Juga: Pelaku Pecah Kaca di Mrican Kediri Dibekuk, Tas Digondol Saat Korban Makan Sate

Dari keempatnya, total Rp83 Juta raib digondol pria penipu itu.

"Modusnya sama, dirayu, setelah itu ketemuan, ngobrol, dipinjami uang setelah itu dua minggu menghilang," tambah AKP Tomy Prambana.

Untuk mengungkap kasus ini, Polres Kediri Kota juga berkoordinasi dengan Tim Cyber Polda Jawa Timur.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Penyidik juga belum memastikan, apakah ini sama dengan kasus yang tengah terjadi di berbagai daerah di Indonesia dengan jumlah korban mencapai puluhan orang.

Para korban diperdayai oleh pelaku melalui modus cinta palsu di dunia maya oleh satu orang yang sama. Mereka kemudian baru tersadar setelah harta bendanya terkuras habis atau telah mengalami eksploitasi seksual.

AKP Tomy mengimbau masyarakat agar tak mudah percaya dengan adanya berbagai tawaran di dunia maya, agar kejadian serupa tak terulang. Pihaknya berharap masyarakat benar-benar bijak memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.