Kamis, 18 Jun 2026 11:38 WIB

BPCB Jatim Akhirnya Temukan 3 Struktur Candi Wahana di Situs Pandegong

Struktur Candi Wahana di sebalah barat sisi selatan Candi Pandegong (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Struktur Candi Wahana di sebalah barat sisi selatan Candi Pandegong (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Hari terakhir ekskavasi tahap 3 pada Situs Pandegong, yang terletak di Dusun Kwasen, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, akhirnya menemukan struktur Candi Wahana.

Candi Wahana yang biasanya difungsikan sebagai tempat tunggangan para Dewa Trimurti itu, merupakan candi pendamping pada candi utama yang dibangun pada abad ke-10, di era Empu Sendok.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Ketua Tim Ekskavasi BPCP Jatim, Albertus Agung Vidi Susanto menjelaskan, pada hari ke-10 ini, tim mampu menampakkan dimensi struktur Candi Wahana.

"Kita sudah berhasil membuktikan data jika wahana atau perwara pada candi utama itu jumlahnya ada tiga," terang Vidi pada sejumlah jurnalis, Jumat (22/4/2022).

Vidi mengaku jika bentuk yang dapat ditampakkan secara utuh dimensinya hanya ada satu, yaitu struktur Candi Wahana yang ada di sebalah selatan.

"Bentuk yang kita tampakkan utuh hanya sebelah selatan. Untuk yang dua, tengah dan bagian utara kita hanya gali beberapa," bebernya.

Vidi menyebut, jika secara ukuran bentuknya, BPCB sudah memiliki data pastinya. Meskipun untuk yang dua struktur lainnya masih ada sejumlah kendala. Dikatakan Vidi, secara volume kerja, tim ekskavasi sudah tuntas dan sesuai dengan target awal.

"Sementara yang tengah ini ada makam, dan masih kita tunggu pembongkaran yang dilakukan pemerintah desa. Yang jelas makam ini beridiri diatas struktur yang merupakan bagian daripada candi wahana," paparnya.

Ia merinci jika ukuran setiap struktur Candi Wahana adalah 310 hingga 320 sentimeter persegi. Lantaran, ada banyak pohon disini sebelumnya, Vidi mengaku jika ada sedikit perbedaan ukuran akibat dari pemekaran oleh akar pohon.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

"Kenapa ukurannya berbeda mungkin itu ada kemlesakan ya, karena ada akar pohon lalu struktur itu ada yang mekar, rusak, sehingga ukurannya berbeda, namun kemungkinan bentuknya itu persegi," terangnya.

Vidi menyebut, saat ini struktur Candi Wahana saat ini hanya tersisa 6 hingga 7 lapis. “Ya kira-kira 60 sentimeter lah,” tegasnya.

Selain struktur, Vidi mengaku jika pada ekskavasi hari ke-7, dia menemukan temuan lepas kepala nandi, dan fragmen pergelangan tangan.

"Nandi itu juga menguatkan kita adanya candi wahana, karena nandi itu bagian dari candi wahana dewa siwa. Selain itu ada fragmen pergelangan tangan yang memegang sesuatu benda yang merupakan kendi," ujarnya.

Baca Juga: Icha Yang, Penyanyi Asal Jember yang Gebrak Panggung Hunan TV China

Ia mengaku pergelangan tangan yang memegang kendi ini biasanya dalam konteks dewa-dewa ini adalah bagian dari agastia atau Resi Mahaguru.

"Itu memguatkan dugaan kita jika pada tahun dulu kita sempat menemukan nandiswara dan mahakala, otomatis dengan temuan ini maka menguatkan jika relung ini terdiri dari arca-arca," kata Vidi.

Ia menegaskan jika dalam ekskavasi ini juga ditemukan kesimpulan jika bagian utama dari sumuran terdapat kerusakan yang cukup parah akibat penjarahan. Hal ini dikuatkan dengan bukti, bahwa penggalian di tengah sumur sudah mencapai dasar. Namun, belum juga diketemukan peripihnya.

"Sumuran candi kita sudah gali sampai kedalaman 4 meter lebih, dan sudah sampai pada dasar sumuran atau lantai. Dan kondisinya cukup memprihatinkan, karena ada kerusakan pada bagian utara, dan selatan. Bisa dipastikan jika peripihnya hilang, karena penjarahan, karena kita sudah tidak menemukan itu di dasar sumuran," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.