Kamis, 18 Jun 2026 06:20 WIB

Bapenda Sebut Rumah Karaoke di Jombang Tak Pernah Berkontribusi ke PAD

Operasi yustisi bulan ramadan mendapati salah satu rumah karaoke di Jombang masih beroperasi (Foto: Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Operasi yustisi bulan ramadan mendapati salah satu rumah karaoke di Jombang masih beroperasi (Foto: Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Kepala Badan pendapatan daerah (Bapenda) Kabupaten Jombang, Eksan Gunajati menyebut bahwa rumah karaoke di wilayahnya tidak pernah memberikan manfaat bagi pemerintah daerah.

Menurut Eksan, secara aturan, rumah karaoke di Kabupaten Jombang tidak memberikan sumbangsih pada pendapatan asli daerah (PAD). Hal ini disebabkan, selain ilegal, tempat karaoke juga tidak direkomendasikan keberadaannya di Jombang.

Baca Juga: Tunggakan Tembus Rp197 Juta, Aliran Listrik Rusunawa di Probolinggo Diputus

"Selama ini untuk tempat karaoke di Jombang belum ada yang ditarik pajak. Hanya kafe-kafe yang membayar pajak. Itu pun hanya sekitar 15 kafe yang membayar," ujar Eksan, Kamis (21/4/2022).

Eksan mengaku, rumah karaoke itu tidak dipungutnya pajak, dikarenakan dalam Perda Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pajak Daerah, memang kegiatan usaha karaoke tidak dicantumkan pada perda tersebut.

"Karena pada saat pembahasan tempat karaoke tidak diakomodir di Jombang. Sehingga tidak dimasukan dalam pembayaran pajak," ungkap Eksan.

Baca Juga: Awasi Gaji Pekerja, DJP Jatim III & BPJS Ketenagakerjaan Integrasikan Data

Selain itu, sambung Eksan, kegiatan karaoke memang tidak mengantongi izin. Sehingga tidak ada dasar pemkab menarik retribusi atau pajak untuk pengusaha karaoke.

"Kalau kami menarik pajak malah salah. Mereka berfikir kegiatan usahanya legal. Padahal itu ilegal," ucapnya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Eksan mengaku jika memang sudah dipastikan keberadaan rumah karaoke di Jombang itu ilegal. Sehingga menurutnya, sudah menjadi kewenangan Satpol PP untuk melakukan tindakan.

"Ya seharusnya kalau ilegal ditutup OPD lain (Satpol PP), sebelum melakukan operasional," pungkas mantan Sekdakab Jombang itu.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.