Kamis, 18 Jun 2026 13:24 WIB

Empat Poin Tuntutan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Surabaya ke Pemerintah

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Kamis, 14 Apr 2022 15:33 WIB
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah bersama BEM UMSurabaya saat menyampaikan aspirasinya di depan balai kota pada Rabu (13/4/2022)
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah bersama BEM UMSurabaya saat menyampaikan aspirasinya di depan balai kota pada Rabu (13/4/2022)

Surabaya - Sejumlah elemen mahasiswa di Surabaya juga menyuarakan tuntutannya terhadap pemerintah, dimulai Rabu (13/4/2022) hingga Kamis (14/4/2022) ini. Salah satu aksi dilakukan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah bersama BEM UMSurabaya.

Presiden Mahasiswa UMSurabaya, Nadief Rahman Harris menyampaikan tiga persoalan tersebut. Pertama terkait wacana jabatan presiden 3 periode.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Hal itu sangat nyata melanggar konstitusi dalam Pasal 7 UUD 1945," jelas Nadief kepada jatimnow.com, Kamis (14/4/2022).

Kedua, lanjut Nadief, pemindahan Ibu Kota Negara yang menganggarkan dana besar, di saat Indonesia masih mengalami krisis akibat Pandemi Covid-19.

"Ketiga, harga minyak goreng yang saat ini melambung sangat tinggi. Padahal di sisi lain, Indonesia ialah produsen minyak goreng terbesar di dunia," sambung Nadief.

Mereka juga menanggapi beberapa bahan bakar kendaraan jenis pertamax yang juga naik.

"Keempat, tentang PPN yang naik menjadi 11 persen di tengah kondisi masyarakat yang masih carut-marut akibat efek dari Pandemi Covid-19," jelas dia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Untuk itu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah bersama BEM UMSurabaya meminta kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan rakyat dengan duduk bersama menangani persoalan yang menyebabkan warga Indonesia masih merasakan ekonomi yang masih sulit.

Wali Kota Eri Cahyadi saat menemui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah bersama BEM UMSurabaya di depan balai kota pada Rabu (13/4/2022)Wali Kota Eri Cahyadi saat menemui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah bersama BEM UMSurabaya di depan balai kota pada Rabu (13/4/2022)

Perwakilan mahasiswa ini akhirnya ditemui Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di depan balai kota.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Berekspresi, menyampaikan suara, ialah hak setiap warga negara. Hak yang harus kita penuhi dan jaha bersama-sama. Maka apapun kritik akan kami tampung dan tindaklanjuti secepatnya," tutur Eri Cahyadi.

Aksi pada Rabu (13/4/2022) itu menjadi awal dari perjuangan lainnya. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah bersama BEM UMSurabaya berharap hasil perjuangan ini tidak sia-sia.

Bila rakyat bangkit, pesta akan berakhir. Sudah waktunya pemerintah duduk bersama dengan rakyat, bukan makan bersama dan tertawa dengan kondisi yang terjadi saat ini.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.