Minggu, 14 Jun 2026 23:02 WIB

Hujan-hujanan, Mas Dhito Tampung Aspirasi Mahasiswa

Mas Dhito menemui massa aksi dari PMII (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Mas Dhito menemui massa aksi dari PMII (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) bersama Ketua DPRD Dodi Purwanto menemui para pendemo dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Rabu (13/4/2022) sore. Meski hujan-hujanan, Mas Dhito menerima aspirasi mahasiswa di depan kantor Pemkab Kediri.

Melalui aksi teatrikal, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya menuntut pemerintah daerah menurunkan harga BBM yang menyengsarakan rakyat dan menjamin ketersediaan pertalite ron 90 di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Mereka juga meminta pemerintah memperbaiki sistem tata niaga barang dan jasa, menyetabilkan harga pasar dan menindak tegas oknum pasar yang merugikan masyarakat. Mengkaji ulang undang-undang IKM serta menolak penundaan Pemilu 2024.

"Rabu 13 April jam 18.20 WIB saya telah menerima 6 tuntutan yang tadi sudah dibacakan dan kami nanti malam ini juga saya bersama dengan Pak Dodi (Ketua DPRD) dan Pak Kapolres akan langsung berembug untuk membuatkan surat termasuk nanti terkait tuntutan-tuntutan yang mungkin saya bisa langsung sampaikan kepada menteri terkait," terang Mas Dhito di hadapan para mahasiswa.

Mulanya cuaca mendung, kemudian hujan deras turun jelang maghrib. Mas Dhito dan mahasiswa tetap bertahan di depan Pemkab Kediri. Namun karena hujan semakin deras, Mas Dhito mempersilakan semua mahasiswa masuk ke dalam komplek Pemkab Kediri.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Mas Dhito kemudian memberikan tanggapan dan menandatangani apa yang menjadi tuntutan peserta aksi. Bersama Ketua DPRD dan Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho.

"Jadi saya mau menyampaikan sekali lagi yang pertama permohonan maaf dari pemerintah kabupaten kalau kami masih dirasa kerja kurang maksimal, tapi bahwa kami tidak mungkin blenjani (mengingkari) rakyat. Itu satu hal yang tolong dipegang betul," tegas Mas Dhito.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Mahasiswa membubarkan diri sekitar pukul 19.00 WIB. Pihak mahasiswa, memberikan waktu 3x24 jam kepada pemerintah daerah untuk mengirimkan tuntutannya ke pemerintah pusat dan akan terus mengawal apa yang menjadi tuntutannya tersebut.

(ADV)

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.