Kamis, 18 Jun 2026 05:40 WIB

Dinkes Sidak Mamin, Cegah Bahan Berbahaya dan Kadaluarsa di Kabupaten Kediri

Dinas Kesehatan bersama Loka POM Kediri saat mendatangi swalayan di Kabupaten Kediri. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Dinas Kesehatan bersama Loka POM Kediri saat mendatangi swalayan di Kabupaten Kediri. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

Kediri - Pemkab Kediri melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Cabang Kediri menggelar sidak pengawasan produk olahan makanan di beberapa toko dan swalayan di Kabupaten Kediri.

Langkah ini menurut Kepala Dinas Kesehatan melaui Sub Koordinator kefarmasian, makanan dan minuman Niken Dewi Pamikatsih, bertujuan untuk melindungi masyarakat dari produk makanan yang mengandung bahan berbahaya, kadaluarsa, dan kemasan rusak.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

"Dalam sidak kemarin (12/4/2022) kita menyasar wilayah barat sungai yaitu kecamatan Grogol. Kita masuk toko kemudian kita amati secara fisiknya mulai dari kemasan, kondisi produknya apakah sudah kadaluarsa," katanya, Rabu (13/4/2022).

"Untuk produk kemasan seperti makanan kaleng, jika kemasannya menggelembung dapat dipastikan tumbuh mikroba di dalamnya. Tak berhenti di situ, juga kita mengamati izin edarnya apakah sudah sesuai," lanjutnya.

Setelah berkeliling ke tiga lokasi, yang terakhir di wilayah kecamatan Ngasem, Dinkes menemukan beberapa produk pangan yang kemasannya rusak, nomor izin edar yang invalid (tidak sesuai), dan pula makanan yang sudah kadaluarsa.

"Dari temuan tersebut kita lakukan pembinaan dan informasi kepada pemilik toko bahwa di tempatnya ada produk yang tidak memenuhi syarat," terangnya.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Harapannya swalayan harus segera menarik produknya tersebut dari peredaran. Ke depannya, pihak swalayan diminta untuk lebih selektif lagi dalam menerima barang dari distributor.

"Kita akan memberikan informasi kepada penjual makanan yang layak diedarkan kepada konsumen adalah makanan yang berkualitas baik terhindar dari bahan berbahaya," tutupnya.

"Masyarakat harus lebih cerdas dalam memilih pangan terutama menjelang Idul Fitri. Selalu terapkan cek kemasan, cek label, cek izin edar," pesan LOKA Pengawasan Obat dan Makanan Rusdiah Fatatik.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, mereka akan tetap melakukan pengawasan hingga setelah lebaran termasuk menjelang hari raya Natal dan tahun Baru.

Dinkes Kabupaten Kediri gelar sidak makanan dan minuman di swalayan.Dinkes Kabupaten Kediri gelar sidak makanan dan minuman di swalayan.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.