Minggu, 21 Jun 2026 06:39 WIB

Buntut Musda Demokrat Jatim, AHY Dinilai Tak Paham Dinamika Politik

Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang, Joshua Sebayang (Foto: Demokrat Jatim)
Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang, Joshua Sebayang (Foto: Demokrat Jatim)

Malang - Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang Joshua Sebayang mulai meragukan pemahaman Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum partainya, tentang peta politik di Indonesia, khususnya di Jatim.

"Panitia BPOKK tidak pernah melakukan penjaringan ketua DPD Demokrat Jatim berdasarkan AD/ART. H minus tujuh tidak pernah ada pengumuman Musda Demokrat Jatim diikuti dua calon. Kita justru tahunya dua calon saat pembukaan, saat ketum sambutan. Padahal yang maju nyalon hanya Bayu Airlangga," jelas Joshua, Selasa (12/4/2022).

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

"Pertanyaannya, ketum paham gak sih terkait kondisi partai di Jatim? Caranya mengelola partai tidak menjiwai semangat budaya, tradisi sejak zaman SBY. Kalau Jatim ini wilayah strategis dan harus dimenangkan, mestinya ketum mengelolanya, bukan awur-awuran," sambung dia.

Joshua juga melihat kejanggalan saat DPP mengumumkan SK Ketua Demokrat Jatim hasil musda. Dalam pengumuman yang dilakukan di kandang kuda.

"Penyampaian hasil musda saja di kandang kuda, dinyatakan oleh Sekjen dan BPOKK, bukan dari ketum. Ini keputusan politis terkait partai di Jatim ke depannya. Bagaimana bisa mengumumkan seperti orang jagongan di peternakan kuda, apa ini keputusan resmi partai, ini jadi aneh," ungkapnya.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

Lebih uniknya lagi, lanjut Joshua, saat datang ke Jatim, perwakilan dari DPP seakan gagap saat ditanya perwakilan DPC dari kubu Bayu Airlangga.

"Lebih aneh lagi, orang DPP kemarin ke Jatim ternyata gak bisa menjawab persoalan dari ketua DPC kubu Bayu. Ditanya surat tugas aja gak ada, ini datang atas nama partai BPOKK atau pribadi? Beliau juga gak bisa menjelaskan soal kesalahan PO Musda. Jadi gak menghasilkan apa-apa," lanjutnya.

Joshua menambahkan, apa yang diputuskan DPP sangat berseberangan dengan akar rumput perpolitikan di Jatim. Dia juga menilai, AHY tidak pernah berkomunikasi dengan kader di bawah.

Baca Juga: Icha Yang, Penyanyi Asal Jember yang Gebrak Panggung Hunan TV China

"Ini kok sangat tidak profesional. Partai dikelola dengan cara tidak profesional. Pemaksaan kehendak, tahapan musda dilalui cara yang tidak wajar. DPP itu hadir di Jatim punya misi, bukan menggelar musda untuk kepentingan partai, tapi mendudukkan orang, ini yang gak boleh," papar dia.

"Demokrat punya cita-cita besar mengantarkan kadernya sebagai capres atau cawapres, tapi bagaimana bisa dengan cara ini?" tandas Joshua.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.