Rabu, 17 Jun 2026 23:39 WIB

Mahasiswa Unjuk Rasa, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Kota Malang

Persiapan pengamanan aksi unjuk rasa BEM se-Malang Raya.(Foto: Galih Rakasiwi)
Persiapan pengamanan aksi unjuk rasa BEM se-Malang Raya.(Foto: Galih Rakasiwi)

Malang - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya bakal menggelar unjuk rasa di seputar Jalan Tugu, Balai Kota Malang, dan Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (12/4/2022). Aksi tersebut dalam rangka penolakan wacana penundaan Pemilu 2024. Petugas keamaan sudah bersiap mengawal jalannya unjuk rasa. Termasuk melakukan rekayasa lalu lintas agar masyarakat tidak terjebak macet.

"Rekayasa lalin dilakukan agar tidak terjadi kemacetan selama berlangsungnya kegiatan unjuk rasa tersebut," ungkap Kasat Lantas Polresta Malang Kompol Yoppi Anggi Khrisna.

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

Beberapa arus lalu lintas dialihkan. Misal, pengendara yang akan melintas di Jalan Tugu dijadikan satu arah. Kemudian jalan menuju Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Malang tutup total.

"Kemungkinan besar hanya di situ saja. Kalau arus lain tidak ada. Tapi kondisional melihat masih melihat situasi nantinya," urainya.

Baca Juga: Kader NasDem Jember Desak Dewan Pers Sanksi Majalah Tempo

Agar lalu lintas lancar, Polresta Malang menurunkan 20 anggotanya untuk berjaga di setiap titik-titik yang akan dilewati pengunjuk rasa.

"Imbauan saya, masyarakat menghindari ruas Jalan Tugu. Karena biasanya ada penumpukan kendaraan," pesan Yoppi.

Baca Juga: Pengurus FKMB UINSA Resmi Dilantik

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Malang Kota Kompol Supiyan menegaskan pihaknya sudah menyiapkan total 873 personel untuk mengamankan unjuk rasa BEM Malang Raya. Petugas dilengkapi dengan beberapa kendaraan seperti water canon dan sebagainya.

"Antara lain dari Polresta Malang Kota 328 anggota, Polres Malang 80 anggota, Polres Batu 55 anggota, Brimob 120 anggota, Kodim 0833 Kota Malang 200 anggota, Satpol PP Kota Malang 60 anggota, dan Dishub 30 anggota. Semoga nanti unjuk rasa berjalan aman dan kondusif," tutupnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.