Rabu, 17 Jun 2026 07:08 WIB

Mahasiswa di Jombang Turun ke Jalan, Tolak Jokowi 3 Periode Hingga Kenaikan BBM

Masa aksi dari kalangan mahasiswa saat menyampaikan aspirasi di depan Kantor DPRD Jombang.(Foto: Elok Aprianto)
Masa aksi dari kalangan mahasiswa saat menyampaikan aspirasi di depan Kantor DPRD Jombang.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Puluhan mahasiswa dari 15 kampus di Jombang turun ke jalan. Mereka menolak wacana pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama 3 periode. Unjuk rasa mahasiswa berlangsung di depan Kantor DPRD Jombang. Mahasiswa juga menyuarakan sejumlah permasalahan yang dihadapi bangsa. Termasuk naiknya harga BBM.

Salah satu perwakilan mahasiswa STIT UW M Zarozi mengatakan, ada tiga poin penting yang menjadi tuntutan mahasiswa di Jombang. Pertama, menolak wacana penundaan pemilu. Kedua, kenaikan harga BBM. Ketiga, PPN yang disahkan mulai 1 April.

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

Wacana presiden 3 periode sudah diketahui seluruh masyarakat. Bahkan Presiden Jokowi turut merespons. Namun yang disayangkan mahasiswa adalah kenapa para menteri tidak merespons hal tersebut.

“Kami sadar bahwa para menteri tidak merespons atas teguran dari presiden. Buktinya wacana itu masih terus berlanjut,” bebernya.

Kondisi diperparah dengan permainan partai yang seolah-olah mengamini wacana presiden tiga periode.

“Mereka memainkan atas nama partai politik, jika partai politik setuju apa boleh buat, makanya temen-temen mahasiswa bergerak,” paparnya.

Baca Juga: Kader NasDem Jember Desak Dewan Pers Sanksi Majalah Tempo

Selanjutnya permasalahan BBM. Sejak adanya kelangkaan hingga naiknya harga BBM, belum ada respons dari menteri terkait. Meskipun sang menteri sudah mendapat teguran dari presiden.

“Walaupun kemarin sudah ditegur, tetapi nyatanya BBM kan tetap naik. Ini yang kami tuntut sekarang. Keadilan-keadilan seperti ini, kebijakan-kebijakan dimutilasi ini merugikan rakyat sendiri,” pungkasnya.

Usai menyuarakan aspirasinya selama 30 menit lebih, akhirnya Ketua DPRD Jombang Mas'ud Zuremi menemui puluhan mahasiswa. Ia mengatakan, pihaknya menerima aspirasi dari kalangan mahasiswa. Selanjutnya akan disampaikan ke DPR RI.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

“Mananggapi tuntutan mahasiswa, saya selaku Ketua DPRD Jombang dan seluruh anggota DPRD Jombang, sepakat menolak penundaan pemilu 2024. Kami dari DPRD dari berbagai partai politik akan menyampaikan kepada level di atas kami,” ungkap Masud.

Usai menyampaikan aspirasinya, mahasiswa kembali membubarkan diri. Mereka menuju titik kumpul di Ringincontong Jombang.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.