Minggu, 14 Jun 2026 15:15 WIB

Kreatif, Mahasiswa Unair Ciptakan Teh dari Pelepah Pisang

Mahasiswa Unair yang kreatif.
Mahasiswa Unair yang kreatif.

jatimnow.com - Tanaman pisang merupakan salah satu tanaman komoditas besar dan unggulan di Indonesia. Namun, jarang ada yang memanfaatkan pelepah daun pisangnya, dan hanya menjadi limbah begitu saja.

Berlatar belakang dari hal itu lima mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKMK) berhasil mengolah pelepah pisang menjadi teh berkhasiat, berbahan dasar pelepah pisang bernama Teh Papi Help Mi.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Mereka adalah Sapri Febriyan Rahmatullah, Vivi Annisa Indah Nur Rohmah, Primedya Kusumawati, Vira Rohmatul Aliyah, dan Mutiara Nugraheni Putri.

Ditanya mengapa inovasinya menggunakan bahan pelepah pisang? Sapri Febriyan Rahmatullah, ketua tim PKMK Unair mengatakan dari uji lab dan hasil riset di beberapa buku, di dalam pelepah pisang kaya akan manfaat seperti tanin, dapomin, serotonin, hidroksitriptamin, neropinefrin, vitamin A, vitamin B dan vitamin C.

”Dalam program kreativitas ini kami mencoba membuat inovasi baru tentang minuman teh. Mengapa minuman teh? Karena kami berfikir bahwa teh merupakan minuman yang banyak digemari masyarakat Indonesia, baik diminum pada saat selesai makan, saat bersantai, dan sebagainya," kata Febrian. Rabu (4/7/2018).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Selain itu, getah yang terkandung di pelepah pisang menyimpan banyak manfaat, karena mengandung Saponin, antrakuinon, dan kuinon yang dapat berfungsi untuk antibiotik dan penghilang rasa sakit.

”Kami berinovasi dengan memproduksi ini, kemudian kami padukan dengan bahan alami lain, misalnya daun pandan, jahe, rosella, lemon, coklat, dan susu. Dengan berbagai macam rasa itu maka konsumen dapat memilih rasa yang mereka sukai," kata Febriyan.

Dengan demikian, tambahnya. Teh Papi Helpmi ini hanya dibuat dari bahan-bahan alami dan tanpa menggunakan bahan pengawet sintetis apapun yang dapat mengurangi efek samping dari produk teh pada umumnya.

Baca Juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital

”Harganya juga sangat terjangkau, hanya Rp 10.000/kemasan isi 10 seduhan. Sehingga memudahkan para konsumen dari semua kalangan untuk memanfaatkannya. Kami yakin keunggulan manfaat ini mampu mendukung proses pemasaran produk kami," tambah Primedya Kusumawati, anggota tim PKMK lainnya.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.