Senin, 22 Jun 2026 00:53 WIB

Rumah Produksi Bahan Petasan di Kediri Sudah Jual 80 Kg Bubuk Peledak

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Minggu, 10 Apr 2022 14:16 WIB
Barang bukti bahan petasan yang diamankan polisi. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Barang bukti bahan petasan yang diamankan polisi. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Rumah Produksi bahan petasan di Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri yang digerebek Polsek Wates telah menjual 80 kilogram bahan petasan siap ledak sejak awal Ramadan.

Dalam sehari, tersangka Dipa Yudha Purnama (19) dan Mohamad Nur Arifun (22) mampu memproduksi bahan petasan hingga 15 kilogram. Mereka meracik bahan peledak campuran belerang, aluminium powder, Kcl O3 dan semen, setiap malam hari selesai salat tarawih.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

"Sekali produksi bisa sampai 5 kilogram, sehari tiga kali produksi," ujar Kapolsek Wates AKP Suharyanta, Minggu (10/4/2022).

Baca juga: Rumah Produksi Bahan Petasan di Kediri Digerebek, 17 Kg Bahan Peledak Disita

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Mereka kemudian memasarkannya secara online. Di sinilah peran Mohamad Nurdin Sulaiman (20) warga Desa Banggle, Kecamatan Ngadiluwih, yang bertugas untuk mengantar pesanan.

"Per kilo untuk kelas 2 ini Rp200 ribu. Kurirnya diupahi Rp20 ribu sekali antar," tambah Suharyanta.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

"Sampai hari ini sudah laku 80 kilogram," jelasnya.

Sebelumnya, Polsek Wates menangkap kurir bahan petasan saat bertransaksi COD di Desa Silir, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Polisi kemudian melakukan pengembangan dan menggrebek rumah produksinya di Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri. Selain mengamankan tiga pelaku, polisi juga menyita 17 kilogram bahan petasan siap edar.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.