Selasa, 23 Jun 2026 14:30 WIB

Perjuangan RSI Siti Hajar Sidoarjo Tangani Balita dengan Ibu Tanpa Identitas

Balita bernama Nando saat digendong Arnida, ibu kandungnya di RSI Siti Hajar Sidoarjo (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Balita bernama Nando saat digendong Arnida, ibu kandungnya di RSI Siti Hajar Sidoarjo (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

Sidoarjo - Balita 8 bulan bernama Nando terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo karena menderita kwashiorkor atau kekurangan gizi. Nando saat itu diantar Arnida, ibu kandungnya.

Awal mula, Arnida menceritakan bahwa dirinya sempat mengalami kesulitan dalam membayar keseluruhan administrasinya. Karena alasan ekonomi dan kondisinya yang tidak bekerja serta menghidupi keempat anaknya tersebut dengan mengamen.

Baca Juga: Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo

Dia juga tidak mempunyai identitas yang dapat ditunjukkan kepada pihak RSI, karena identitas miliknya ditahan oleh salah satu klinik di Sidoarjo saat melahirkan Nando beberapa bulan lalu.

Berdasarkan data yang diberikan RSI Siti Hajar, Nando masuk dan diterima pada Kamis (31/3/2022).

Pihak RSI Siti Hajar sebenarnya sudah memperbolehkan Nando pulang. Namun dengan keterbatasan biaya dari keluarga yang belum bisa melunasi administrasi, Nando belum diperkenankan pulang dan melanjutkan perawatannya hingga sembuh total.

Wakil Direktur RSI Siti Hajar, Alvi Rosidah menepis isu yang santer terdengar di masyarakat soal penahanan pasien balita tersebut.

Baca Juga: APL Resmikan PLTS Atap di Sidoarjo, Pangkas Emisi 264 Ton per Tahun

"Kami jelaskan lagi, bahwa anak Nando baru boleh pulang hari ini. Jadi tidak ada unsur penahanan pasien. Kami di sini, jika ada pasien yang tertahan terkait administrasi, maka akan kami carikan jalan keluar secara kekeluargaan dan mencari solusi bersama," terang Alvi, Sabtu (9/4/2022).

Alvi juga menegaskan bahwa pihak RSI Siti Hajar di bawah naungan Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo dan Pimpinan Cabang Muslimat NU Sidoarjo telah memberikan jalan kuar berupa keringan untuk balita yang mengidap kekurangan gizi itu.

"Seluruh PCNU dan PC Muslimat NU Sidoarjo siap membantu keringanan adik Nando. Kami selalu koordinasi dengan Dinas Sosial Sidoarjo, insyaAllah selesai hari ini," paparnya.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Berdasar informasi dari RSI Siti Hajar, total pembiayaan balita Nando adalah Rp 5.100.000 dan kesemua pembiayaannya telah dibantu oleh PCNU-PC Muslimat melalui LazizNU Sidoarjo.

Sementara itu, Arnida tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih kepada pihak RSI Siti Hajar karena telah membantu biaya perawatan anak keempatnya itu.

"Saya ucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari RSI, karena sudah membantu anak saya dari awal sampai akhir," tutur Arnida sambil menangis.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.