Minggu, 21 Jun 2026 01:55 WIB

Sebelum Meninggal, Dua Warga Sidoarjo Disebut Beli Miras di Sekitar Kampungnya

Ilustrasi orang meninggal dunia/jatimnow.com
Ilustrasi orang meninggal dunia/jatimnow.com

Sidoarjo - Meninggalnya dua warga Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo diduga akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan, masih menyisakan tanda tanya besar bagi keluarga.

Dua warga yang meninggal itu berisinial B (16) dan BH (28). Mereka meninggal dunia diduga usai menenggak miras oplosan yang disebut-sebut dibeli di sekitar kampungnya sendiri.

Baca Juga: Kecelakaan di Tulungagung, Satu Penumpang Motor Tewas

Kakak kandung B menjelaskan bahwa ketika adiknya meninggal pada Selasa (5/4/2022) tersebut, dirinya sempat meminta informasi kepada teman B yang juga masih satu kampung.

"Sebenarnya yang bisa ditanyai terkait ini ya temannya adik saya si F itu. Cuman pas waktu kemarin tak tanyaki kayak ndak jujur gitu, entah takut atau gimana. Soalnya pas pada waktu meninggalnya adik saya, yang saya tanyak ya si F. katanya dia minum cuman bertiga dengan adik saya," terang Kakak B, Jumat (8/4/2022).

Baca juga:  Dua Warga Jabon Sidoarjo Meninggal, Diduga Usai Tenggak Miras Oplosan

Dia menyebut bahwa informasi meninggalnya B dan BH diduga akibat menenggak miras memang sudah santer terdengar di kampungnya. Keluarganya juga menduga bahwa tempat penjual miras yang diminum adiknya tersebut berada tidak jauh dari tempat tinggalnya.

"Katanya orang-orang sini yang jualan miras itu sudah dibawa ke balai desa. Yang jual perempuan," paparnya.

Baca Juga: Vidi Aldiano Meninggal, Erick Thohir: Terima Kasih Atas Karya, Suara, dan Kenangan

Menurutnya, pihak kepolisian setempat hingga saat ini masih belum mengetahui bahwa di wilayahnya ada yang meninggal akibat miras oplosan.

"Dari kepolisian terdekat juga ndak tahu. Mungkin memang ndak ada laporan dari warga juga," tutur kakak B saat ditemui di rumahnya.

Dia menambahkan, warung penjual miras oplosan yang dekat dengan desanya itu masih beroperasi meskipun saat ini bulan ramadan.

"Kemarin itu tetap buka meski puasa, banyak orang yang tahu kok. Dulu masih sepi, ndak tau sekarang kok rame terus, apa karena jualan minuman itu, kita juga ndak tahu," tambah dia.

Baca Juga: Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia

Sementara dari informasi yang dihimpun jatimow.com, warung tersebut diduga menjual minuman keras menggunakan botol air mineral 600 mililiter.

Sebelumnya, Kepala Desa Tambak Kalisogo ketika dikonfirmasi langsung membenarkan jika terdapat warganya yang meninggal dunia akibat menenggak minuman keras.

"Ya, yang meninggal dua orang, atas nama B dan BH. Teman korban ndak bisa dimintai keterangan. Posisi minumnya tidak di sini. Katanya yang membantu itu temannya dari Desa Kedungpandan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.