Kamis, 18 Jun 2026 09:10 WIB

Khofifah Resmikan Jembatan Pelangi, Diharapkan Dongkrak Ekonomi Malang Selatan

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Malang, Muhammad Sanusi saat memantau Jembatan Pelangi. (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Malang, Muhammad Sanusi saat memantau Jembatan Pelangi. (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)

Malang - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada hari Kamis (7/4/2022) meresmikan Jembatan Pelangi di Desa Srigonco, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Jembatan ini diproyeksikan untuk memperpendek dan mempermudah perjalanan menuju Jalur Lintas Selatan (JLS) utamanya untuk wisatawan yang hendak mengunjungi pantai-pantai di Malang Selatan.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

"JLS ini kan program strategis nasional, JLS seksi 9 dan 10, pada dasarnya JLS seksi 10 sudah hampir selesai, dan seksi 9 sudah selesai," terang Khofifah usai meresmikan Jembatan Pelangi.

Ia mengatakan jembatan ini sangat bermanfaat utamanya untuk konektivitas antara Malang Selatan dengan Kota Malang yang sangat dibutuhkan agar tidak ada lagi desa tertinggal per 2021 di Kabupaten Malang.

"Tetapi di beberapa hal perlu didorong kemajuan-kemajuannya, termasuk peningkatan kesejahteraannya, maka konektivitas dengan beberapa titik strategis sangat penting antara lain jembatan ini," bebernya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Malang, Muhammad Sanusi saat meresmikan Jembatan Pelangi. (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Malang, Muhammad Sanusi saat meresmikan Jembatan Pelangi. (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)

Khofifah juga menyinggung mengenai rencana menjadikan jalur Gondanglegi menuju Bantur atau JLS menjadi jalur nasional.

"Diantara penetapan Kementerian PUPR ternyata ini (jembatan) memiliki posibilitas yang tinggi untuk membangun konektivitas dari Kota Malang dengan JLS. Sehingga jalan dari Gondanglegi ke sini akan dijadikan jalan nasional," ungkapnya.

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memiliki PR untuk menyelesaikan pembebasan lahan demi proyek jalan nasional ini.

"Maka kalau pembebasannya tahun ini karena pembebasan itu oleh Pemkab Malang. Insya Allah pembebasannya tahun ini sudah bisa dilakukan," paparnya.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

"Seperti kasus kemarin di Lamongan, ketika pembebasan selesai maka langsung kita komunikasikan untuk ketuk palu di Kementerian PUPR," sambungnya.

Dengan segera diselesaikannya pembebasan lahan, Khofifah menjanjikan penyelesaian jalan nasional ini akan lebih cepat rampung.

"Maka kalau selesai pembebasan maka cepat kita berkoordinasi supaya menjadi keputusan final di Kementerian PUPR untuk mulai membangun infrastruktur jalan dari Gondanglegi ke Bantur ini menjadi jalan nasional," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Bupati Malang, Muhammad Sanusi berharap agar dengan pembangunan jembatan ini bisa meningkatkan perekonomian warganya.

"Semoga ini dapat mengangkat perekonomian Malang Selatan yang berdasarkan data masih belum kecukupan atau masyarakat yang masih dalam kemiskinan," ucapnya.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

"Maka dengan jembatan ini diharapkan ada konektivitas antar Malang Raya dan Malang Selatan. Arus transportasi lebih cepat sehingga bus besar bisa masuk dan akan mendongkrak perekonomian Malang Selatan," imbuhnya.

Pembangunan rencananya jalan nasional ini akan dimulai pembangunan pada 2023, dan diperkirakan selesai pada awal 2024.

Jembatan Pelangi sendiri memperpendek jarak menuju Pantai Balekambang yang sebelumnya sejauh 1,6 Km menjadi 1,1 Km. Jembatan ini juga menghindarkan pengendara dari melintasi Jurang Klampok atau yang terkenal dengan Jurang Mayat yang terkenal ekstrem.

Jembatan ini memiliki panjang 100 meter dengan pengerjaan sekitar 5 tahun dan menelan biaya sekitar Rp24 miliar.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.