Senin, 15 Jun 2026 18:42 WIB

Pemkab Kediri

Mas Dhito Minta Penanganan Bedah Rumah Difokuskan Per Desa Hingga Tuntas

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Selasa, 05 Apr 2022 20:34 WIB
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) - (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) - (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) meminta penanganan rehabilitasi rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang bersumber dari Kementerian PUPR maupun dari pembiayaan pemerintah daerah tidak lagi menyebar.

Mas Dhito minta penanganan mulai difokuskan per satu desa hingga tuntas.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Dengan kebijakan itu, menurut Mas Dhito pengerjaan rumah tidak layak huni (RTLH) sesuai data di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) diharapkan dapat tuntas bersamaan. Baik program pusat maupun daerah dengan semua kategori rumah rusak ringan, sedang maupun berat.

"Saya meminta di Tahun 2022 ini mulai sekarang atau mungkin selambat-lambatnya 2023 harus mulai, bahwa BSPS ini sudah tidak bisa lagi nyebar. Jadi tuntas desa dulu, kayak yang terjadi di Desa Medowo, Kandangan itu tuntas satu desa," papar Mas Dhito, Selasa (5/4/2022).

Mas Dhito menambahkan, begitu persoalan RTLH satu desa tuntas, baru kemudian pindah ke desa lain.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkim Kabupaten Kediri, Agus Sugiarta menyampaikan, pada Tahun 2022 ini, pihaknya telah mengusulkan 3000 unit rumah untuk masuk program BSPS ke Kementerian PUPR.

"Kemudian untuk RTLH yang nantinya sistemnya BKK (bantuan keuangan khusus), kami ada anggaran di Tahun 2022 ini sebesar Rp6,3 miliar untuk kurang lebih 500 unit rumah," bebernya.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Menurutnya, anggaran Rp6,3 miliar yang bersumber dari APBD itu diperuntukkan untuk rehabilitasi rumah kategori ringan dan sedang dengan total bantuan Rp10 dan Rp15 juta untuk tiap rumah.

Sedangkan program BSPS dari Kementerian PUPR, diperuntukkan bagi penanganan rehab kategori berat dengan nilai Rp20 juta tiap rumah.

Sesuai dengan data RTLH Tahun 2022, lanjut Agus, jumlah rumah tidak layak huni ada 10.220 rumah. Jumlah itu belum terbagi dalam kategori rehab ringan, sedang maupun berat.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Diakuinya, untuk bisa tuntas desa, nantinya harus ada kolaborasi antara perbaikan RTLH dari dana APBD dengan program BSPS dari Kementerian PUPR.

"Nanti bisa kita kolaborasikan, jadi masuk bareng tidak sendiri," tandasnya.

(ADV)

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.