Selasa, 16 Jun 2026 00:30 WIB

Setelah Pasar Turi, Kini Giliran Hi-Tech Mall yang Dihidupkan Eri Cahyadi

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surabaya, Ira Tursilowati saat memimpin pengundian di Hi-Tech Mall (Foto: Humas Pemkot Surabaya/jatimnow.com)
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surabaya, Ira Tursilowati saat memimpin pengundian di Hi-Tech Mall (Foto: Humas Pemkot Surabaya/jatimnow.com)

Surabaya - Pemkot Surabaya mulai melakukan relokasi atau memindah stand para pedagang Hi-Tech Mall Surabaya, sebelum salah satu ikon Kota Pahlawan itu dihidupkan kembali.

Proses relokasi diawali dengan pengundian stand yang dilakukan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surabaya, didampingi kejaksaan dan disaksikan langsung sejumlah anggota DPRD.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Jadi hari ini kita melakukan pengundian stand untuk pedagang Hi-Tech Mall, karena mereka sudah sepakat untuk direlokasi ke lantai dasar semuanya, sehingga para pedagang ini nanti akan tersentral di lantai dasar, tidak lagi berpisah-pisah. Apalagi di lantai dasar banyak yang kosong," ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surabaya, Ira Tursilowati, Selasa (5/4/2022).

Menurut Ira, di lantai dasar itu terdapat 171 stand dan yang sudah eksisting ada 118 stand, sehingga yang direlokasi sekitar 53 stand. Mereka langsung dipersilahkan berpindah sesuai dengan nomor undian yang sudah didapatkan.

Baca juga:  15 Tahun Mangkrak, Pasar Turi Baru Beroperasi di Era Wali Kota Eri Cahyadi

"Perpindahan itu bisa dimulai hari ini juga, terutama bagi pedagang yang sudah menerima undian nomor stand," tegasnya.

Ira menegaskan bahwa relokasi ini atas permohonan dari para pedagang, karena memang banyak stand yang masih buka terpencar-pencar jualannya. Selain itu, relokasi ini juga untuk menyentralkan para pedagang di satu lantai, sehingga bisa lebih mudah pemeliharaan gedungnya.

"Yang paling penting ini juga untuk efisiensi. Sebab beban listrik kita sangat besar. Bahkan kami sudah memohon kepada PLN untuk diberikan keringanan, dan alhamdulillah disetujui, sehingga bisa efisiensi. Tentu dengan cara ini bisa semakin efisien," papar Ira.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Ketika para pedagang ini sudah pindah, maka secara paralel Pemkot Surabaya akan melakukan renovasi di lantai 2 dan 3 dan sejumlah bangunan lainnya. Bahkan, berbagai fasilitas gedung akan segera dilengkapi.

"Dengan cara ini, kita semua berharap Hi-Tech Mall ini akan segera ramai kembali," harap dia.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surabaya, Ira TursilowatiKepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surabaya, Ira Tursilowati

Sementara itu, Hartono, salah satu pedagang Hi-Tech Mall yang ikut dalam acara tersebut mengaku sangat bersyukur dan senang karena ini adalah penantian panjang yang tak kunjung terealisasikan. Menurutnya, ini adalah langkah maju dan momentum untuk maju bersama.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kami sangat bersyukur, setelah lebih dari tiga tahun ini, akhirnya perhatian pemkot kepada pedagang Hi-Tech Mall sangat luar biasa," ungkap Hartono.

Ia sangat mendukung langkah pemkot dalam merelokasi stand para pedagang ke lantai dasar. Sebab dengan cara ini, para pedagang yang masih buka bisa berkumpul di satu lantai, tidak berpisah-pisah lagi.

"Apalagi katanya nanti akan ada renovasi fasilitas di gedung ini. Bahkan kalau bisa ATM dan infrastruktur lainnya juga diperbaiki semuanya, supaya kita lebih nyaman berada di sini," sambungnya.

Untuk itu, Hartono menyampaikan terimakasih kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan jajaran yang mulai membenahi Hitech Mall. Ia mengaku sudah bertahun-tahun berada dalam situasi sulit. Dia juga berharap kepada Wali Kota Eri untuk bersabar menghadapi para pedagang Hi-Tech Mall.

"Terimakasih Pak Eri. Dengan ketidakmampuan kami, tapi masih diizinkan di tempat ini (Hi-Tech Mall). Kami berharap Pak Eri terus mengawal Hi-Tech Mall ini supaya ke depannya bisa semakin ramai seperti dulu. Semoga cita-cita ini bisa terwujud," tutur Hartono.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.