Minggu, 21 Jun 2026 14:06 WIB

Alasan Ibu di Surabaya Ini Jual Ginjal: Untuk Membelikan HP Anaknya

Tim terpadu dari Pemkot Surabaya mendatangi Ibu Juwarti di rumahnya
Tim terpadu dari Pemkot Surabaya mendatangi Ibu Juwarti di rumahnya

jatimnow.com - Ibu penjual ginjal murah yang mangkal di trotoar sekitaran pusat perbelanjaan Cito itu ternyata warga Dukuh Menanggal RT 02 RW 03 Surabaya.

Lurah Dukuh Menanggal, Hertika Vitra Hening membenarkan bahwa ibu yang bernama Juwarti berusia 41 Tahun itu, tinggal di rumah permanen berukuran 4x8 meter yang terletak di Jl. Dukuh mananggal I/26, Kelurahan Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan.

"Kegiatan sehari-hari berjualan kaos kaki di rumah dan di pasar dadakan. Selain itu Bu Juwarti juga ngelesi semua mata pelajaran kecuali mata pelajaran agama untuk TK, SD dan SMP," tutur Vitra saat ditemui jatimnow.com, Selasa (6/3/2018).

Juwarti juga tinggal serumah dengan empat orang keluarganya yakni Farhan Ariel Wibowo yang merupakan putra pertamanya dan Annisatul Aminah yang merupakan putrinya, serta kerabat lain juga tinggal satu atap dengannya.

"Kalau dari data yang kami himpun, beliau (Juwarti,red) pendidikan lulusan D1 perhotelan BLK Jl Dukuh Menanggal Surabaya. Dari kesehariannya berpenghasilan Rp 1.500.000 perbulan," jelas Vitra.

Dari keterangan yang didapat, Juwarti mengaku panik karena tidak memiliki uang dan selalu ditagih oleh anak pertamanya untuk membelikan handphone.

"Ia mengaku kalau dia panik, padahal dari pengakuannya kalau putranya itu sudah berkali-kali dibeliin handphone hingga ke enam kalinya ini, dengan alasan hilang," ungkap Vitra.

Juwarti mengaku ke Vitra kalau dengan membelikan handphone harapannya putra pertamanya itu bisa giat bersekolah dan tidak naik kelas untuk kedua kalinya.

"Ia berharap dengan membelikan handphone supaya anak pertama semangat sekolah, mengingat pernah tidak naik sekolah," tambah Vitra.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Budi Sugiharto

Baca Juga: Caleg PAN Bondowoso Jual Ginjal untuk Dana Kampanye

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.