Selasa, 16 Jun 2026 14:59 WIB

Menengok Kemeriahan Pasar Ramadan di Jalan Dagangan Mojowarno Jombang

Pasar Ramadan di Gang Dagangan, Dusun Mojowarno, Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno Jombang.(Foto: prianto)
Pasar Ramadan di Gang Dagangan, Dusun Mojowarno, Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno Jombang.(Foto: prianto)

Jombang - Warga di Jalan Dagangan, Dusun Mojowarno, Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, menggelar pasar Ramadan. Tak hanya menyediakan jajanan khas Ramadan, masyarakat dari RT 1/RW 4 juga mengenakan kostum unik untuk membedakan antara pedagang dan pembeli.

Mengingat masih dalam situasi pandemi, warga menyediakan handsanitizer di pintu masuk gang. Pernak-pernik lampu hias tampak membuat pasar Ramadan lebih ramai.

Baca Juga: Pertamina Guyur 211 Ribu Paket Sembako di Jember, Cukup Tebus Rp30 Ribu

Ketua RT setempat Bayu mengatakan, dulu di Gang Dagangan merupakan poros perdagangan di Kecamatan Mojowarno. Namun saat ini warga sudah banyak yang berjualan di jalan raya maupun Pasar Mojowarno. Warga lantas berinisiatif untuk menghidupkan kembali Jalan Dagangan.

“Biar bisa kembali ke awal dulu, mas. Ini namanya kan Jalan Dagangan. Porosnya Mojowarno dulu di sini,” terangnya.

Pasar Ramadan di Jalan Dagangan ada sekitar 20 lapak. Semua lapak merupakan milik warga Gang Dagangan yang menjajakan jajanan khas Ramadhan. Dengan adanya kemauan masyarakat untuk berjualan di Gang Dagangan, diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat yang awalnya konsumtif menjadi produktif.

“Ini kan momen Ramadan, ya pengelompokan saja. Ini inisiatif orang-orang saja, dan semua ini warga Jalan Dagangan. Ya biar dapat membantu perekonomian warga juga, mas,” tukasnya.

Baca Juga: Pertamina Jual Paket Sembako Rp211 Ribu Seharga Rp30 Ribu di Jember

Sementara itu, Mak Iwel (54) salah satu pemilik lapak di gang dagangan mengaku sebelumnya sudah berjualan di Pasar Mojowarno. Namun untuk momen Ramadan, ia sengaja berjualan di Gang Dagangan. “Iya setiap bulan Ramadan memang jualan di sini,” ucapnya.

Ditanya mengapa menggunakan baju adat, ia mengaku hal ini untuk membuat beda antara pembeli dan penjual.

“Pakaian gini biar berbeda sama yang beli,” tegasnya.

Baca Juga: Esensi Silaturrahmi, Melampaui Ego demi Keberkahan Hidup

Ada makanan khas Ramadan yang dijualnya di Gang Dagangan. Di lapak Mak Iwel, semua jajanan yang dijual dibandrol dengan harga murah. Rata-rata harganya di bawah Rp5 ribu.

“Jualan dawet, klanting, nasi ampok, nasi pecel, sama berbagai macam botokan, dan rempeyek. Tapi ini semua sudah habis mas. Ini nasi ampok Rp4 ribu, nasi pecel Rp3 ribu, klantingnya juga Rp3 ribuan. Ini es dawet juga Rp3 ribuan, ya harganya terjangkau untuk masyarakat di perdesaan,” tukasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.