Senin, 08 Jun 2026 23:40 WIB

PMII Sampang Surati Mensos, Ada Apa?

Ketua PC PMII Sampang, M. Nadzir Fatihil Haq dan anggota (Foto: Nadzir for jatimnow.com)
Ketua PC PMII Sampang, M. Nadzir Fatihil Haq dan anggota (Foto: Nadzir for jatimnow.com)

Sampang - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sampang mengirim surat ke Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, usai mereka menduga realisasi bantuan pangan non tunai (BPNT) di daerahnya terjadi kejanggalan.

Dalam suratnya, PMII Sampang menyampaikan sejumlah aduan masyarakat. Termasuk hasil investigasi Lembaga Pengaduan Masyarakat (LPM) PMII soal kejanggalan realisasi BPNT, seperti tidak utuhnya bantuan dan tidak dicairkannya bantuan uang tunai.

Baca Juga: Dinas Sosial Tulungagung Salurkan Bansos Kemensos RI ke Ratusan Masyarakat

Ketua PC PMII Sampang, M. Nadzir Fatihil Haq menyebut bahwa ada pihak-pihak yang sengaja memaksa KPM membelanjakan uang bantuan.

"Bahkan sampai ada unsur berbau intimidasi. Sehingga, KPM terpaksa menerima sembako dengan jumlah yang tidak sesuai nominal Rp 600 ribu per KPM," terang Nadzir, Minggu (3/4/2022).

"Lebih miris lagi, banyak kualitas beras yang jelek. Hal-hal yang tidak sesuai dengan anjuran pemerintah itulah yang kita laporkan ke Mensos," beber dia.

Nadzir menegaskan bahwa banyak realisasi BPNT di Sampang yang tidak sesuai Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2017 dan Keputusan Menteri Sosial Nomor 24/HUK/2022. Termasuk bertentangan dengan Keputusan Dirjen Penanganan Fakir Miskin No. 29/6/SK/HK/01/2/2022.

Baca Juga: Soroti Pengadaan Mobil Dinas Baru, Mahasiswa di Probolinggo Gelar Unjuk Rasa

Nadzir menambahkan, dalam surat itu juga dilampirkan beberapa bukti.

"Kami menyurati Bu Mensos dalam rangka bagian dari gerakan kami. Setelah kami melakukan demonstrasi ke Pemkab dan DPRD sudah tidak ada hasil. Sehingga, kami berharap Mensos Tri Rismaharini bisa turun langsung ke Sampang," jelas Nadzir.

Pihaknya berharap, Mensos Risma mendengar langsung penjelasan dari KPM. Jika mereka menerima bantuan tidak sesuai nominal dengan alasan pemerataan.

Baca Juga: Muscab 2026, PPP Lamongan Buka Pintu Lebar untuk HMI, PMII, dan Santri

PMII Sampang sudah dua kali melakukan demonstrasi ke Pemkab dan DPRD setempat.

Sementara Kepala Dinas Sosial dan PPA Sampang, Moh. Fadeli mengaku tidak mengetahui adanya penyaluran BPNT yang dinilai banyak kejanggalan itu. Sebab pemerintah daerah tidak terlibat, karena penyaluran BPNT dilakukan langsung oleh PT. Pos.

"Kami hanya menerima pemberitahuan saja. Tapi penyalurannya diperintahkan melalui PT. Pos. Sehingga kami tidak tahu realisasi di tingkat desa," ungkapnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.