Selasa, 16 Jun 2026 04:00 WIB

Pemuda Asal Kota Batu Hidup Mandiri dengan Berjualan Barang Antik

Nur Syafri Anas Dwiguna (22) bisa hidup mandiri hingga kuliah dari menjual barang bekas unik dan kuno.(Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Nur Syafri Anas Dwiguna (22) bisa hidup mandiri hingga kuliah dari menjual barang bekas unik dan kuno.(Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Kota Batu - Nur Syafri Anas Dwiguna hidup sebatang kara. Ia pun mencari nafkah sendiri sejak usia belia. Termasuk untuk membiayai kuliah. Semuanya dilakukan dengan cara menjual barang-barang antik.

Anas tinggal di Jalan Wijaya Kusuma, Nomor 66, Dusun Sekar Putih, Desa Pendem, Kota Batu. Di rumahnya tampak berjajar sejumlah barang antik. Di antaranya kaset tape, piringan hitam, jam dinding kuno, kamera analog, baju batik, mobil dan sepeda motor kuno, serta timbangan.

Baca Juga: ASLI Jatim Dorong Perempuan Berdaya Melalui Bisnis Laundry

Pemuda 22 tahun itu memang penghobi barang-barang antik. Tak sekadar dikoleksi, tapi barang-barang itu juga dijual. Dari situlah, Nur Syafri mendapatkan rupiah. Bahkan bisa membiayai kuliah secara mandiri.

Anas tak hanya menjual barang-barang antik secara offline, tapi juga online. Koleksi barang-barangnya bisa dilihat di akun Instagram @batubarang. Sedangkan untuk berjualan secara offline, ia sering berkeliling kota dengan mengendarai sepeda motor Yamaha V80.

Saat ditemui, Anas sempat bercerita tentang kecintaan terhadap barang antik. Ia mulai akrab dengan barang kuno sejak dirawat kakek dan nenek setelah kedua orang tuanya meninggal beberapa tahun lalu.

"Jadi awal jualan ketika saya ke sekolah saat SMA mengenakan barang-barang kuno. Lalu teman saya banyak yang penasaran dan tertarik. Lalu mereka pun menanyakan harganya. Dari situ terbesit kenapa tidak berjualan seperti ini," kata Anas saat berada di rumahnya, Sabtu (2/4/2022).

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Selanjutnya, Anas mulai memperkenalkan barang antik yang dimiliki kepada teman sebaya. Dari situ, satu demi satu barangnya terjual. Saat masuk bangku kuliah, ia mulai mengenal jejaring para pemburu barang kuno.

"Mulai itulah saya konsentrasi untu mengomersilkan secara masif. Kalau dulu hanya terbatas pada pertemanan, sekarang jauh lebih luas. Apalagi pemasaran online jauh lebih mudah," imbuh Anas yang kini kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Malang.

Untuk harga cukup beragam, mulai dari Rp50 ribu sampai puluhan juta rupiah per unit. Misalnya daun jendela yang harga pada umumnya Rp100 ribu. Jika kayunya bagus, seperti jati, harganya bisa jutaan. Sebab daun jendela banyak diburu orang-orang yang memiliki usaha kuliner.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

"Para pemilik kafe sering mencari daun jendela untuk kebutuhan hiasan interior. Itulah alasannya penjualnnya cukup laku keras," ucapnya.

Hobi yang menjadi usaha itupun akhirnya bisa membuat Anas mandiri. Meskipun dia terkadang juga masih dibantu sanak keluarga lainnya. Mimpi Anas saat ini adalah bisa mengubah rumah yang diinggali menjadi sebuah galeri.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.