Senin, 15 Jun 2026 11:09 WIB

"Manusia Berbaju Hazmat" Protes Jalan Penyebab Kecelakaan di Wates Kediri

Kondisi jalan rusak di Desa Janti Wates, Kabupaten Kediri, yang dipasangi boneka tenaga kesehatan. (Foto : Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Kondisi jalan rusak di Desa Janti Wates, Kabupaten Kediri, yang dipasangi boneka tenaga kesehatan. (Foto : Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Sekitar 400 meter jalan di Desa Janti, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri rusak parah. Warga yang jengkel, melakukan pemasangan boneka sebagai bentuk protes.

Boneka manusia berbaju hazmat itu dipasang warga Desa Janti, Kecamatan Wates, sejak Jumat (1/4/2022) malam.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Ada 4 boneka serta pohon pisang dan tebu, dipasang di lubang-lubang jalan yang rusak. Mereka kesal jalan rusak di desanya tak kunjung diperbaiki sejak satu hingga dua tahun terakhir.

“Ini sudah menjadi uneg-uneg warga sejak lama. Sudah mengusulkan ke atasan terkait, tapi kenyataannya sampai hari ini belum ada tindakan. Ya ini sebagai bentuk protes atau demo dari warga,” kata Surdiono, perangkat desa Janti, Sabtu (2/4/2022).

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Selama ini, lanjut Surdiono, banyak kecelakaan terjadi di malam hari. Terutama saat musim hujan tiba karena lubang-lubang tersebut tak terlihat oleh pengendara yang melintas.

"Saya sudah lama menangani kecelakaan. Saya akhirnya jengkel juga," tambah Surdiono.

Baca Juga: Pemotor Asal Trenggalek Tewas Usai Tabrak Bus di Tulungagung

Tak hanya sebagai bentuk protes, boneka ini dipasang sebagai penanda untuk pengguna jalan terutama saat malam hari. Agar kecelakaan tak lagi terjadi di kawasan tersebut.

Jalan ini merupakan jalur menuju kawasan wisata Gunung Kelud. Selain ini, jalan ini juga menjadi jalur alternatif dari Kota dan Kabupaten Kediri menuju Kabupaten Blitar. Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan terhadap jalur ini.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.