Selasa, 09 Jun 2026 03:53 WIB

Tradisi Padusan di Gresik dan Damar Kurung Keluarga Masmundari yang Lestari

Damar Kurung Keluarga Masmundari yang tetap lestari dijual pada acara tradisi padusan di gang makam Tlogopojok, Gresik Kota (Foto-foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Damar Kurung Keluarga Masmundari yang tetap lestari dijual pada acara tradisi padusan di gang makam Tlogopojok, Gresik Kota (Foto-foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

Gresik - Lukisan damar kurung indentik dengan almarhumah Masmundari. Meski kini sang maestro itu telah tiada, tapi keberadaan lukisan lampion berbentuk segi empat itu tetap lestari.

Sebab, anak dan cucu Masmundari tetap melestarikan produksi damar kurung. Terlebih saat menjelang bulan ramadan seperti saat ini.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

"Lukisan damar kurung ini tinggalan ibu yang telah menjadi salah satu ikon Kota Gresik, jadi ya harus dijaga," tutur Rohaya, anak Masmundari, Kamis (31/3/2022).

Lukisan-lukisan damar kurung karya anak cucu Masmundari itu, sejak kemarin dijual di acara padusan di gang makam Desa Tlogopojok, Gresik Kota. Acara padusan adalah tradisi berziarah ke makam leluhur menjelang ramadan. Puncak acara padusan ini adalah Jumat (1/4/2022).

Rohaya, anak Masmundari saat menggelar damar kurung karyanyaRohaya, anak Masmundari saat menggelar damar kurung karyanya

Tak heran jika ribuan pengunjung mendatangi pemakaman umum di Deda Tlogopojok yang merupakan salah satu pemakaman terbesar di Kota Gresik.

Momen inilah yang dijadikan para pedagang untuk meraup keuntungan. Beragam dagangan mulai dari kembang, makanan, mainan hingga damar kurung ada di sepanjang jalan gang.

Baca Juga: JIIPE Peduli Bagikan Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat Gresik

"Selama dua tahun tradisi padusan dilarang akibat Pandemi Covid-19. Dan sekarang kembali diizinkan, karena itu kami bisa jualan lagi," ucapnya.

Damar kurung keluarga Masmundari yang dijual di acara padusan ini terbagi dalam dua ukuran, yaitu ukuran besar dan kecil. Ukuran besar dibandrol Rp 50 ribu, sedangkan untuk ukuran kecil Rp 35 ribu.

Damar Kurung Keluarga Masmundari yang tetap lestari dijual pada acara tradisi padusan di gang makam Tlogopojok, Gresik KotaDamar Kurung Keluarga Masmundari yang tetap lestari dijual pada acara tradisi padusan di gang makam Tlogopojok, Gresik Kota

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Koperasi Jalin Kerjasama Jaminan Sosial

Rohaya mengungkapkan jika keahlian melukis damar kurung yang diwarisi dari ibunya itu kini juga menurun kepada dua anaknya, Nur Samaji dan Ahmad Andrean.

Hanya saja, karena perkembangan zaman, material yang digunakan kini juga sudah lebih modern. Jika zaman Masmundari lukisan damar kurung dibuat menggunakan cat sumba (pewarna makanan) yang dilukiskan dengan lidi, kini ia bersama anak-anaknya sudah menggunakan cat akrilik dan bolpoin.

"Kalau medianya tetap menggunakan kertas," pungkas Rohaya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.