Kamis, 18 Jun 2026 06:04 WIB

Tumpukan Sampah di TPA Mrican, Bikin Warga Gatal-gatal Hingga Gagal Panen

Sampah di TPA Mrican yang menyebabkan gatal-gatal dan petani gagal panen.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Sampah di TPA Mrican yang menyebabkan gatal-gatal dan petani gagal panen.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Tumpukan sampah di Tempat Pembungan Akhir (TPA) meresahkan warga Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo. Bukan hanya sudah overload, air limbah dari sampah juga mencemari sungai dan mengalir ke persawahan warga. Akibatnya, warga mengalami gatal-gatal dan gagal panen.

TPA Mrican merupakan tempat pembuangan sampah terakhir di Bumi Reog. Luasnya sekitar 2 hektare. Setiap harinya, sampah yang masuk ke TPA Mrican mencapai 70-90 ton. Tumpukan sampah pun tampak menggunung. Hingga kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo belum memperluas TPA Mrican.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Di sebelah tumpukan sampah, ada sungai yang mengalir di Desa Mrican. Airnya terlihat hitam pekat. Air sungai juga mengalir ke sawah warga setempat. Hal itulah yang banyak dikeluhkan warga.

Salah satu warga, Suyitno (59) mengaku sudah 3 tahun ini mengalami gatal-gatal. Semua obat salep sudah dicoba, namun tidak mempan.

"Saya kalau mau ke sawah akhirnya mengolesi dengan solar. Semua obat tidak mempan," ujar Suyitno, Kamis (31/3/2022)

Suyitno mengatakan, air yang masuk ke sawahnya juga tercampur limbah maupun plastik. Dulu sempat ada limbah medis berupa suntik. Saat ini yang paling banyak adalah popok dewasa dan bayi.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Selain gatal-gatal, petani juga gagal panen. Saat ini banyak padi yang fuso. Seperti sawah milik Suyanto. Dia mempunyai sawah 2 kotak.

"Dulu sebelum tercemar, sawah saya itu dua kotak hasilnya 18 kuintal. Sekarang cuma 9 kuintal. Hanya 50 persen kan," tegasnya.

Kepala Desa Mrican Adi Purnomo Sidiq membenarkan hal tersebut. Sampah yang overload cukup berdampak. Banyak sampah yang terperosok ke sungai. Berdasarkan laporan, sawah yang gagal panen sekitar 20 hektare. Jika dipersentasekan sekitar 50 persen dari total lahan yang ada.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Sidiq menjelaskan, tumpukan sampah di TPA Mrican sudah menjadi permasalahan tahunan. Pemkab Ponorogo sempat melakukan perluasan. Beberapa tahun lalu sudah terealisasi. Dari 4 hektare yang diminta, hanya terealisasi 1 hektare. Tetapi perluasan lahan itu tidak untuk pembuangan sampah. Melainkan untuk Intstalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

"Warga sudah kecewa. Hujan agak deras, airnya hitam pekat. Makanya kalau bisa minta lahan lagi," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.