Kamis, 18 Jun 2026 06:40 WIB

Demo Mahasiswa Tuntut Tangkap Mafia Migor Sambut Wapres Ma'ruf Amin ke Ponorogo

Ponorogo - Puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa menyambut kedatangan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Ponorogo, Rabu (30/3/2022). Ada sekitar 40 mahasiswa melakukan aksi di Jalan Letjend Suprapto, depan gardu PLN Ponorogo.

Pantauan di lokasi, mahasiswa menggunakan pakaian serba hitam. Mahasiswa yang demo adalah Alisiansi Mahasiswa Ponorogo Bergerak.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Mereka membawa spanduk berisi tentang kenaikan harga minyak. Juga tentang pencabutan harga eceran tertinggi (HET) minyak Goreng, yang semula kemasan premium Rp14 ribu per liter, kemasan sederhana Rp13,5 ribu per liter, dan curah Rp11,5 ribu.

Saat ini, untuk kemasan premium dan sederhana sudah dibebaskan tanpa HET. Sedangkan curah HET-nya Rp14,5 ribu per liter.

Koordinator aksi, Aldila Mayang Putri mengatakan, sebagai salah satu dari lima negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, carut marut masalah langkanya minyak goreng yang diikuti dengan kenaikan harga telah menunjukkan bahwa pemerintah hari ini telah gagal dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk menjamin kesejah rakyat.

"Ini telah menyebabkan harga minyak goreng melambung sangat tinggi pemerintah sebagai penyambung aspirasi sama sekali tak mampu mengatasi segala persoalan yang diderita rakyat hari ini," bebernya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Menurutnya, satemen Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang menyatakan mahalnya harga minyak goreng akibat permainan segelintir pihak, membuktikan bahwa kedudukan pemerintah telah kalah oIeh segelintir pihak, yaitu mafia.

"Tangkap mafianya juga. Wapres yang datang ke Ponorogo seharusnya tahu, " tambahnya.

Para mahasiswa ini diantaranya menuntut menolak pencabutan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2021 tentang pentepan HET. Tuntutan kedua, tangkap dan adili mafia minyak goreng. Lalu, menuntut pengunduran diri Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi.

Baca Juga: Kader NasDem Jember Desak Dewan Pers Sanksi Majalah Tempo

Aksi ini sempat ada ketegangan antara mahasiswa dan aparat keamanan. Karena aparat meminta mahasiswa agak geser ke kanan.

"Karena kita dekat dengan lampu merah. Padahal pengennya ketemu atau berpapasan. Agar Wapres tahu suara kami," pungkas Aldila.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.