Rabu, 17 Jun 2026 08:55 WIB

Duh... Tiang Listrik PLN Hambat Pembangunan Pasar Induk Among Tani Kota Batu

Pembangunan Pasar Induk Among Tani Kota Batu (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Pembangunan Pasar Induk Among Tani Kota Batu (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Kota Batu - Banyaknya tiang listrik dan kabel yang menjuntai menyebabkan pembangunan Pasar Induk Among Tani Kota Batu molor.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu, Bangun Yulianti.

Baca Juga: PLN Surabaya Utara Gencarkan Billing Management Jelang Idul Adha

Bangun mengakui bila pengerjaan fisik pasar induk bisa mengalami keterlambatan. Padahal progres pengerjaan fisik sampai saat ini mencapai pemasangan pancang dan pembesian kolom.

"Terlebih target pengerjaan fisik harusnya selesai 15 bulan ke depan. Salah satu hambatannya tiang listrik belum dipindah. Pekerjaan kita jadi ada kemunduran kurang lebih dua minggu," kata Bangun, Senin (28/3/2022).

Dia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak PLN. Bahkan telah melakukan rapat bersama tiga kali, tapi belum ada tindakan.

"Namun agar tidak terjadi kemoloran yang semakin panjang, pengerjaan tetap kita lakukan. Selama pekerjaan itu tidak mengganggu tiang listrik di kawasan proyek. Seperti pemasangan pancang dan pembesian kolam kan masih bisa dikerjakan dan tidak bersinggungan langsung dengan tiang listrik," papar dia.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Saat mengunjungi lokasi proyek, Bangun menyebut mendapati jumlah tiang listrik yang harus dipindahkan cukup banyak. Contohnya yang ada di sebelah selatan berjumlah tiga tiang.

"Belum yang ada di sebelah barat atau di muka depan itu juga masih banyak," ujarnya.

Sementara Manager Unit Layanan Pengadaan PLN Kota Batu, Dwi Sukris Widodo menerangkan bahwa pihaknya sudah merespon, tapi masih proses penganggaran.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

"Sudah kita anggarkan, kalau tidak merespon itu tidak benar. Persoalannya ini merupakan keadaan di luar anggaran operasi pihak PLN. Sehingga kami harus melakukan pengajuan anggaran ke pihak Lembaga Pemantau Penyelenggara Pemerintah (LP3) Kota Malang dan ini masih dalam proses," jelas Dwi.

Pihaknya juga butuh melakukan peninjauan dan survei ke lokasi proyek, untuk mendata berapa tiang yang harus dipindahkan agar sesuai dengan anggaran yang dibutuhkan.

"Kita lakukan survei dulu, gak bisa langsung ujuk-ujuk (serta merta) dipindah," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.