Rabu, 17 Jun 2026 21:45 WIB

Masa Kepemimpinan Walikota Batu dan Wakilnya Bakal Berakhir Desember 2022

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Kota Batu - Masa kepemimpinan walikota dan wakil wali kota Batu, Dewanti Rumpoko-Punjul Santoso bakal berakhir pada Desember 2022.

Untuk itu, pemerintah periode saat ini harus bekerja keras. Mereka dituntut untuk membuat Rencana Pembangunan Daerah (RPD) yang akan dijalankan hingga 2026 mendatang.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyebut, hal ini dimaksudkan agar ketika kursi kepemimpinan kosong hingga 14 bulan, maka rencana-rencana pembangunan yang sudah diramu dipastikan berjalan.

"Jadi dalam RPD yang disusun untuk 2023-2026 itu mengharuskan penjabat (PJ) pengisi kekosongan pemimpin tidak boleh membuat rencana pembangunan dan kebijakan baru," ungkap Dewanti, Senin (28/3/2022).

Sehingga, nantinya PJ sementara nanti tetap berjalan sesuai koridor yang ditetapkan saat ini. Perempuan yang akrab disapa Bude ini juga menjelaskan bahwa pembangunan-pembangunan dalam RPD 2023-2026 sebenarnya diprioritaskan untuk Tahun 2023.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

"Namun apabila memang 2023 tersebut terdapat rencana yang tidak terjalankan, itu bisa dilanjutkan pada tahun selanjutnya. Contohnya rencana pembangunan yang menjadi prioritas dalam RPD 2023-2026 yaitu pembangunan SDN Sumber Brantas," jelas Dewanti.

Pembangunan tersebut menjadi salah satu prioritas karena sejak kepemimpinan dirinya dan walikota sebelumya (Eddy Rumpoko) belum terealisasi akibat terkendala lahan.

"RPD cukup penting karena Kota Batu menjadi satu-satunya kota di Jatim yang masa kepemimpinan walikotanya selesai tahun ini. Penyusunan itu pun juga disesuaikan dari rekomendasi dan aturan yang harus dijalankan," tuturnya.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Sementara Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menegaskan, PJ dalam memimpin nanti hanya menjalankan apa yang sudah dibuat. Sehingga PJ dalam mengisi kekosongan di Kota Batu tak boleh asal-asalan dengan membuat kebijakan dan rencana pembangunan sendiri.

"Jadi harus sesuai penyusunan. Kalau ujuk-ujuk membuat kebijakan sendiri tidak boleh. Itu sudah sesuai dengan aturan pusat," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.