Kamis, 18 Jun 2026 18:59 WIB

Hari Jadi ke-1218 Kabupaten Kediri

Mas Dhito Tantang Peserta Upacara Praktikkan Cara Pakai Ikat Kepala Khas Kediri

Mas Dhito saat melihat Khuderi mempraktikkan cara mengenakan udeng di hadapan peserta upacara Hari Jadi ke-1218 Kabupaten Kediri (Foto-foto: Humas Pemkab Kediri)
Mas Dhito saat melihat Khuderi mempraktikkan cara mengenakan udeng di hadapan peserta upacara Hari Jadi ke-1218 Kabupaten Kediri (Foto-foto: Humas Pemkab Kediri)

Kediri - Ada hal menarik saat pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Jadi ke-1218 Kabupaten Kediri, yang berlangsung Jumat (25/3/2022) kemarin.

Dalam upacara tersebut, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) menantang salah seorang peserta upacara untuk menggunakan ikat kepala atau Udeng Jayabaya, yang menjadi khas Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Salah satu peserta yang maju adalah Khuderi Hartanto. Pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri itu sempat merasa gugup saat mendapatkan tantangan tersebut.

Mulanya, apel berjalan seperti pada umumnya. Namun suasana berubah saat Mas Dhito, memberikan tantangan kepada peserta apel yang berani menunjukkan cara memakai udeng khas yang baik dan benar.

Kemudian salah satu anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri memberanikan diri untuk maju ke depan. Meski berani maju di hadapan peserta lain dan Mas Dhito, pria itu menjelaskan bahwa dirinya belum mahir dalam mengenakan udeng tersebut.

Mas Dhito lalu memberikan kesempatan kedua bagi peserta lain yang berani dan mampu menggunakan udeng ini. Khuderi tunjuk jari dan langsung maju di samping Mas Dhito.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) saat memimpin upacara Hari Jadi ke-1218 Kabupaten KediriBupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) saat memimpin upacara Hari Jadi ke-1218 Kabupaten Kediri

"Monggo mas dipraktekkan, Mas Khuderi ini percaya diri. Berani melepas udeng dan mempraktikkannya lagi," ujar Mas Dhito di depan seluruh peserta apel, seperti dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (26/3/2022).

Khuderi tampak gugup. Terlihat dari caranya meramu tatanan udeng yang sedikit tergesa. Ditambah lagi tangannya yang gemetaran. Meski demikian, Khuderi berhasil memakai udeng Khas Kabupaten Kediri ini dengan baik.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Kemudian Mas Dhito memberikan apresiasi kepada Khuderi. Orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini menuturkan, dengan dilaunchingnya baju sekaligus udeng khas ini membuat banyak orang harus saling bantu untuk mengenakan udeng ini.

"Kadiri Raya Mukti, Hayo Gumregah Nyawiji. Kediri sejahtera, ayo bangkit bersama. Dengan keguyuban, dengan hal kecil. Dengan udeng saja menandakan bahwa kita tidak bisa hidup sendiri," terangnya.

Dalam upacara ini, Mas Dhito juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk bersatu membangun Kabupaten Kediri. Ke depan, Kabupaten Kediri akan menghadirkan inovasi-inovasi bidang pariwisata, budaya dan kesenian dengan pakaian khas Kabupaten Kediri.

Sehingga harapannya, lanjut Mas Dhito, seluruh masyarakat dapat melestarikan pakaian khas yang menjadi icon yang merefleksikan identitas Kabupaten Kediri.

Sementara Khuderi menyampaikan alasan hingga dirinya memberanikan diri memberikan contoh cara memakai udeng khas tersebut. Katanya, agar seluruh peserta apel ini bisa menggunakan udeng khas tersebut.

Baca Juga: Rakor Forkopimda di Jogja, Mas Dhito Tegaskan Komitmen Jaga Kondusifitas Kediri

Khuderi juga mengakui awalnya sedikit malu-malu untuk maju di depan seluruh peserta apel. Namun karena alasan yang disampaikannya itu akhirnya Khuderi berani dan berhasil memakai udeng itu.

Khuderi juga berharap agar apa yang dicita-citakan Kabupaten Kediri di hari jadi ini bisa tercapai. Seperti apa yang juga disampaikan Mas Dhito.

"Biar kalau ada yang belum bisa pakai (udeng), agar bisa memakai udeng khas ini," pungkasnya.

(ADV)

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.