Senin, 15 Jun 2026 17:49 WIB

Pemkot Izinkan Lahan Mangkrak di Surabaya Dikelola MBR

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melepas bibit Bandeng dan Lele di salah satu kawasan BTKD Gendong, Kecamatan Pakal (Dok Humas Pemkot Surabaya/jatimnow.com)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melepas bibit Bandeng dan Lele di salah satu kawasan BTKD Gendong, Kecamatan Pakal (Dok Humas Pemkot Surabaya/jatimnow.com)

Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi resmi mencanangkan Hari Padat Karya pada Jumat (25/3/2022), dengan memanfaatkan lahan tambak Bekas Tanah Kas Daerah (BTKD) atau lahan mangkrak.

Salah satu aset BTKD yang digunakan untuk Padat Karya itu ada di kawasan Gendong, Kecamatan Pakal. Eri mengatakan, aset BTKD yang digunakan untuk tambak ikan bandeng tersebut nantinya akan dikelola oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Seperti aset yang ada di Tambak Wedi, di lahan seluas 4 hektar itu ditanami sawi, ubi, budidaya maggot, kemudian untuk nila dan patin. Jadi kita manfaatkan itu (lahan) untuk kepentingan umat," kata Eri Cahyadi.

Lahan tambak seluas 5,5 hektare itu bukan hanya dimanfaatkan untuk budidaya 50.000 ikan bandeng, akan tetapi juga digunakan untuk budidaya udang. Setelah itu, bibit ikan dan udang dikelola oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan hasilnya juga akan dimanfaatkan.

"Berarti apa? Kalau lahan ini dibiarkan idle (diam) tidak dimanfaatkan, kan sayang. Sehingga pemkot sebagai fasilitatornya, mengisi lahan ini dengan bandeng dan udang, kemudian hasilnya diambil oleh MBR. Kemudian ke depannya, mereka tidak lagi menggunakan dana APBD dari pemkot tapi dari hasil kerja dari MBR yang memanfaatkan lahan ini," imbuh Eri.

Bukan hanya aset BTKD Pakal saja yang diizinkan dikelola warga MBR, akan tetapi lahan yang berada di taman raya Hutan Pakal dan Wisata Pesisir Romokalisari. Aset yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya itu diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Pahlawan.

"Jadi ke depannya Insya Allah nggak onok maneh kemiskinan, nggak onok pengangguran (tidak ada kemiskinan dan pengangguran). Jadi kalau hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pemkot saja, nggak selesai ini (kemiskinan dan pengangguran), maka dari itu yang kita sepakati ini adalah Padat Karya," jelas Eri.

Setelah panen bandeng, nantinya Pemkot Surabaya akan bagi hasil dengan warga MBR sebagai pengelola. Caranya, yaitu diambil 20 persen dari hasil panen untuk dibelikan bibit baru. Setelah itu seterusnya, warga yang mengelola akan menggunakan uang hasil dari panen untuk membeli bibitnya.

"Setelah hasilnya ada, 20 persen diambil dulu untuk beli bibitnya, sehingga kita nanti juga mengajarkan bagaimana warga MBR ini menjadi entrepreneur dan pemkot yang memfasilitasi. Artinya, lahannya tetap milik pemkot tapi permodalannya dan yang lainnya nanti sudah jadi milik masyarakat," paparnya.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Masyarakat memanfaatkan aset BTKD untuk padat karya.Masyarakat memanfaatkan aset BTKD untuk padat karya.

Saat ini pemkot sudah bisa menyerap sekitar 150 orang tenaga kerja yang mengerjakan 5 dari 200 hektar lahan tambak di Gendong, Kecamatan Pakal, yang diisi bandeng dan udang.

Untuk jangka panjang, pemkot juga berencana membangun kawasan wisata kuliner di sana, nantinya pengunjung yang datang ke lokasi bisa menikmati kuliner seafood sembari memancing.

Eri membayangkan, konsep wisata kuliner ini nantinya ada rumah makan plus tempat pemancingan dengan konstruksi bambu seperti yang ada di Romokalisari.

"Digawe panggon kuliner kan yo isok (dibuat wisata kuliner kan juga bisa). Lampunya dipasang biar terang kalau malam, kemudian di sisi ini ada kolam ikan, kemudian bisa dibakar ditempat setelah mancing, nah iku (nah itu) cocok. Kita harus terus berinovasi," ucapnya.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu berharap, dicanangkannya Hari Padat Karya ini bisa memakmurkan warga Surabaya khususnya MBR. Oleh karena itu, ia ingin mindset warga Surabaya bukan hanya berharap bantuan dari pemerintah, tetapi bagaimana caranya bisa mengubah nasib dengan usaha.

"Nggak duwe kerjoan, sugih nggak sugih (tidak punya pekerjaan, kaya dan miskin) itu bisa kita ubah. Kalau kita tidak usaha dan tidak bisa berinovasi, ya susah," tegas Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, lahan tambak BTKD di Kecamatan Pakal itu ada 250 hektare. Dari 250 hektar, yang baru dimanfaatkan untuk Padat Karya sekitar 200 hektare.

"Sebagai awal, yang dimanfaatkan 5,5 hektare terlebih dahulu. Sedangkan di Tambak Wedi, ada 4 hektare sedangkan yang dimanfaatkan sementara ini 6000 meter persegi," ucap Antiek.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.