Selasa, 16 Jun 2026 09:38 WIB

Mas Dhito Jadikan Pakaian Khas Kediri Sebagai Seragam Dinas Hari Kamis

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) saat mengenakan pakaian khas Kabupaten Kediri (Foto-foto: Humas Pemkab Kediri)
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) saat mengenakan pakaian khas Kabupaten Kediri (Foto-foto: Humas Pemkab Kediri)

Kediri - Bupati Hanindhito Himawan Pramono (Mas Dhito) melaunching pakaian khas Kabupaten Kediri. Launching ini bertepatan dengan Peringatan Hari Jadi ke-1218 Kabupaten Kediri, yang berlangsung hari ini, Jumat (25/3/2022).

Dalam rangkaian kegiatan yang diadakan di Pendopo Panjalu Jayati itu, Mas Dhito melaunching pakaian khas Kabupaten Kediri. Rencananya pakaian ini akan menjadi seragam yang akan dikenakan oleh seluruh ASN setiap hari Kamis.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Menurut Mas Dhito, penggunaan pakaian khas Kabupaten Kediri pada hari Kamis ini rencananya akan dilakukan pada pekan pertama atau terakhir setiap bulannya.

Kata dia, dengan digunakannya pakaian khas sebagai pakaian resmi kedinasan itu, pihaknya meminta setiap satuan kerja memikirkan pengadaan di kedinasan masing-masing.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) saat mengenakan pakaian khas Kabupaten KediriBupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) saat mengenakan pakaian khas Kabupaten Kediri

"Pakaian khas Kediri ini mulai kita gunakan pada Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri dan nanti rencananya kita mulai akan gunakan (untuk bekerja) setiap hari Kamis tapi nanti kalau memang sudah siap produksinya," ujar Mas Dhito.

Kebijakan penggunaan pakaian khas untuk kedinasan itu, dapat menjadi ladang usaha bagi banyak sektor pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kediri.

Sebagai contoh, udeng atau ikat kepala sebagai salah satu kelengkapan pakaian khas menjelang peringatan hari jadi permintaannya sudah tinggi.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Pakaian khas Kediri, dengan motif utama gringsing dan lidah api itu untuk pria ada dua jenis. Masing-masing untuk keseharian yang dinamakan Wdihan Kadiri Mapanji dan untuk pakaian resmi Wdihan Kadiri Satria.

"Jadi pakaian yang non formal (untuk keseharian) yang pakai kemeja putih dan rompi merah itu yang akan kita gunakan untuk bekerja," tuturnya.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) saat mengenakan pakaian khas Kabupaten KediriBupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) saat mengenakan pakaian khas Kabupaten Kediri

Sementara Sigit Widiatmoko, anggota tim pengkajian pakaian khas Kediri berharap, pakaian khas itu bila dipakai terus menerus nantinya bisa menjadi pakaian adat.

Baca Juga: Rakor Forkopimda di Jogja, Mas Dhito Tegaskan Komitmen Jaga Kondusifitas Kediri

Menurutnya, pakaian khas Kediri itu diakui sudah didaftarkan Hak Kekayaan Intelektualnya (HAKI). Begitu juga motif gringsing dan lidah api Dahanapura.

"Kami berharap nanti akan berkembang UMKM di Kediri utamanya batik Kediri dalam penggunaan batik Kediri dengan motif utama gringsing panjalu," pungkasnya.

(ADV)

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.