Rabu, 17 Jun 2026 17:51 WIB

Penampakan Buaya Muara Bikin Gelisah Warga Wates, Kediri

Buaya muara yang menampakkan diri di Sungai Desa Janti, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri (Foto-foto: BKSDA Kediri)
Buaya muara yang menampakkan diri di Sungai Desa Janti, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri (Foto-foto: BKSDA Kediri)

Kediri - Warga Desa Janti, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri gelisah setelah seekor buaya muara menampakkan diri di sungai setempat.

Buaya itu muncul sejak tiga hari lalu dan diketahui pertama oleh seorang pemancing. Hingga Rabu (23/3/2022), warga terus memantau keberadaan hewan buas tersebut. Mereka mewaspadai jika buaya itu muncul sewaktu-waktu.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Kemunculan buaya muara ini bukan kali pertama. Beberapa pekan lalu warga di Kota Kediri juga menangkap anak buaya muara.

Kepala Dusun Janti, Surdino menerangkan, warga merasa resah dengan munculnya buaya muara ini. Hal ini dikarenakan Sungai Janti banyak digunakan oleh warga beraktivitas terutama memancing. Warga juga menggunakan air sungai ini untuk kebutuhan lain seperti mencuci.

"Jadi selama ini warga sering ke Sungai Janti untuk mandi, mencuci dan juga mencari pasir. Namun sejak kemunculan buaya muara, warga takut dan sudah tidak berani lagi ke sungai," ujar Surdino, Rabu (23/3/2022).

Petugas BKSDA dan warga melakukan pemantauan di sekitar lokasi buaya menampakkan diriPetugas BKSDA dan warga melakukan pemantauan di sekitar lokasi buaya menampakkan diri

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Sementara Kepala Resort Konservasi Wilayah 1 Kediri, Dafid Fathurohman mengaku telah menerima laporan kemunculan buaya muara itu. Tim telah diterjunkan untuk memantau sekitar sungai. Dari hasil observasi, buaya itu diperkirakan berusia 1 tahun, dengan panjangnya ditaksir 1 sampai 1,5 meter.

"Kondisinya masih sangat agresif. Kemarin saat muncul siang hari, tim sempat berupaya mendekati dan buaya langsung masuk ke sungai," tutur Dafid.

BKSDA sendiri telah memasang dua perangkap di sekitar sungai. Namun hingga hari ini buaya masih belum berhasil ditangkap. Buaya itu diperkirakan masih dalam kondisi kenyang sehingga tidak tertarik dengan umpan yang dipasang.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

"Yang jelas akan kita pantau hingga lima hari ke depan. Setelah itu akan kita lakukan evaluasi," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.