Senin, 22 Jun 2026 23:50 WIB

Kajati Jatim Resmikan Pondok Seduluran Desa/Kelurahan se-Kota Batu

Pemotongan pita secara simbolis dalam peresmian Pondok Seduluran seluruh desa/kelurahan Kota Batu oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Mia Amiati. (Foto-foto: Galih Rakasiwi)
Pemotongan pita secara simbolis dalam peresmian Pondok Seduluran seluruh desa/kelurahan Kota Batu oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Mia Amiati. (Foto-foto: Galih Rakasiwi)

Batu - Maksimalkan program restorative justice, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kajati) Mia Amiati meresmikan Pondok Seduluran seluruh desa/kelurahan se-Kota Batu secara simbolis, Rabu (23/3/2022).

Bertempat di Kantor Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Mia Amiati berharap dengan adanya pondok tersebut bisa mengurangi kejahatan serta kasus yang sampai masuk meja hijau sehingga bisa menekan jumlah tahanan.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Pondok tersebut bisa untuk menggelar pertemuan antara korban dan terdakwa dengan melibatkan para perwakilan masyarakat secara umum.

"Sehingga upaya untuk mengembalikan keadaan semula yang baik, harmonis dan masyarakat yang damai bisa terwujud. Dalam ilmu hukum asas tujuan hukum pidana itu untuk kembalikan keadaan semula yang baik, harmonis dan masyarakat yang damai," kata mantan Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis, pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung (JAMIntel) ini.

Karena keberhasilan restorative justice tersebut merupakan sinergi kepolisian, kejaksaan, pengadilan, tokoh masyarakat dengan mengedepankan musyawarah mufakat berkeadilan.

"Namun tidak semua kasus bisa dilakukan restorative justice karena yang bisa diterapkan lebih ke arah hukum yang ringan dengan ancaman hukumannya di bawah 5 tahun dan kerugian di bawah Rp2,5 juta. Lalu terdakwa bukan residivis," ujarnya.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menjelaskan jika restorative justice atau keadilan restorasi sejalan dengan budaya ketimuran yang mengedepankan kekeluargaan dan musyawarah.

"Kalau penyelesaian kasus hukum demikian, baik masyarakat damai sisi pemaaf dimunculkan maka hal-hal kecil bisa saling dimaafkan. Harapannya semua kelurahan bisa terapkan model keadilan ini," katanya.

Ia berharap dengan adanya Pondok Seduluran, restorative justice tersebut bisa menyadarkan masyarakat dalam mencegah tindakan yang berimplikasi hukum.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

"Masyarakat diharapkan semakin sadar hukum, dan memang diperlukan skema program kolaborasi bersama. Pondok Sedulurun bisa memberikan edukasi pemahaman hukum lebih dipahami sejak dini supaya arah pelanggaran hukum bisa diantisipasi," tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Pandanrejo, Abdul Manan sangat mengapresiasi peresmian Pondok Seduluran.

"Tempat ini nanti bisa menyelesaikan masalah dan edukasi kepada masyarakat agar lebih faham dan melek hukum," tutupnya. (ADV)

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.