Selasa, 16 Jun 2026 03:27 WIB

Agen e-Warung Potong Uang KPM, Begini Hasil Pantauan Dinsos Jombang

Agen E-Warung Cak Wul.(Foto: Elok Aprianto)
Agen E-Warung Cak Wul.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Setelah dua hari melakukan pemantauan, Dinsos Jombang akhirnya mengeluarkan hasil laporan terkait temuan pemotongan dana bantuan sosial (bansos) di Desa Ketapang Kuning, Kecamatan Ngusikan. Pihak Dinsos membenarkannya. Namun tak ada sanksi yang diberikan kepada agen e-Warung yang telah melakukan pemotongan.

“Jadi setelah kami cek ke sana, yang dikeluhkan itu bukan pemotongan BPNT (Bantuan Pangan Non-tunai). Tapi KPM PKH yang mencairkan melalui Agen 46,” terang Kabid Linjamsos Albarian Risto Gunarto, Rabu (23/3/2022).

Ia menjelaskan, KPM sedang mencairkan bansos PKH yang memang disalurkan melalui rekening bank. Besaran bantuan yang diterima KPM bervariasi.

Baca Juga: Dinas Sosial Tulungagung Salurkan Bansos Kemensos RI ke Ratusan Masyarakat

“Kebanyakan Rp600 ribu, tapi ada juga yang Rp400 ribu. Ini kan memang masih awal, pencairan termin pertama untuk PKH,” paparnya.

Dari data yang dihimpun Dinsos, ada sekitar 25 KPM PKH yang mencairkan bantuannya melalui Agen 46 Wulyadi. Seluruhnya juga mengalami pemotongan, masing-masing Rp10 ribu untuk tiap Rp200 ribunya. Untuk nominalnya sekitar Rp20 ribu sampai Rp30 ribu,” katanya.

Secara aturan, PKH harusnya tak boleh dipotong. Harusnya para KPM bisa menerima uang secara utuh jika mau mencairkan langsung ke bank atau ATM.

“Jadi alasannya kemarin itu karena jauh akhirnya mencairkan lewat agen 46. Di sana yang terdekat kan di Kudu sama di Ngares, Mojokerto,” bebernya.

Baca Juga: Rangkul Warga Sekitar, DWP UIN KHAS Jember Salurkan Bantuan Jelang Iduladha

Saat ditanya soal sanksi yang diberikan, Risto tak bisa menjawab banyak. Pihaknya mengaku telah mendatangi Agen 46 yang dimaksud.

“Kami juga datangi Agen 46 yang jadi tempat pengambilan. Dia merasa menyesal, tapi sampai sekarang belum ada pengembalian uang,” ungkap Risto.

Ia, juga hanya bisa memberikan edukasi kepada KPM agar tak lagi mengambil bantuan dari Agen 46.

Baca Juga: Pemkot Kediri Perbarui DTSEN, Pastikan Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

“Kami mengedukasi saja akhirnya. Jadi kami sarankan untuk KPM mengambilnya di Bank dan ATM saja,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah KPM di Desa Ketapangkuning, Kecamatan Ngusikan mengaku adanya pemotongan saat pengambilan bansos di salah satu Agen 46 yang juga agen e-Warung. Saat pengambilan uang melalui EDC, uang bansos warga dipotong dengan jumlah bervariasi. Pemilik agen menyebut pemotongan itu dilakukan untuk administrasi yang dibebankan kepada pelanggannya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.