Minggu, 21 Jun 2026 02:41 WIB

Hari Air Sedunia, Warga Kota Batu Gelar Selamatan Tusuk Bumi Bersih Dandang

Arak-arakan dalam pelaksanaan selamatan Tusuk Bumi Bersih Dandang. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Arak-arakan dalam pelaksanaan selamatan Tusuk Bumi Bersih Dandang. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Batu - Warga dari lintas sektor berkumpul di sumber mata air kawasan Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Selasa (22/3/2022). Mereka melaksanakan selamatan tusuk bumi dan bersih dandang.

Acara diawali dengan arak-arakan bersih dandang dan ritual meletakkan sesajen dan dupa sembari merapal doa.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Warga desa membawa aneka macam sesajen dan tumpeng lengkap dengan ayam utuh. Mereka kemudian menuntaskan ritual dan doa-doa di pelataran depan sumber mata air.

Usai itu, dilanjutkan memberi wejangan berkaitan tentang pentingnya sumber mata air ini untuk penghidupan banyak orang. Ada harapan yang tersirat agar sumber mata air bisa terjaga hingga anak cucu mereka.

Ritual yang baru pertama kali dilakukan di area wisata Songgoriti ini ditutup dengan makan bersama setelah memanjatkan doa bersama.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Inilah yang disebut tradisi barikan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat mata air yang berlimpah.

"Inti dari kegiatan ini yakni selamatan sumber mata air pada Hari Air Sedunia yang tepat di hari ini tanggal 22 Maret," kata salah satu tokoh masyarakat setempat, Mishar.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Tradisi ini sengaja dilakukan sebagai komitmen warga untuk melindungi sumber mata air. Sebab mata air adalah sumber penghidupan kita dan mutlak harus dijaga.

"Semoga dengan selamatan ini warga memiliki keinginan debit air di salah satu sumber air di Songgoriti ini bisa tetap deras mengalir dan menghidupi warga dalam kesehariannya," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.