Jumat, 12 Jun 2026 03:11 WIB

Kapal Bambu Bikinan Mahasiswa ITS Diapresiasi Menteri Kelautan

Menteri Susi saat menjajal kapal bambu buatan Mahasiswa ITS di Pantai Kenjeran Surabaya
Menteri Susi saat menjajal kapal bambu buatan Mahasiswa ITS di Pantai Kenjeran Surabaya

jatimnow.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti luncurkan kapal bambu laminasi karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Senin (2/7/2018).

Bernama kapal Baito Deling 001, acara peluncuran tersebut digelar di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Surabaya, Senin (2/7/2018).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Menteri yang dikenal dengan gaya nyentrik itu mengungkapkan bahwa inovasi ini merupakan terobosan pertama di Dunia perkapalan, sehingga bisa menjadi sebuah pilihan yang bagus dan harus segera coba dipakai di Indonesia. Sebagai opsi ketika pasokan kayu di hutan Indonesia yang semakin menipis.

"Kapal Baito Deling 001 merupakan sebuah pilihan. Saat hutan sudah habis dan harga kayu yang semakin melonjak, saya berharap ini terus di finalisasi menjadi sebuah produk jadi bukan hanya sekedar prototype trial tapi dicoba benar supaya bisa di aplikasikan dan diimplementasikan," ujarnya.

Selain meminta ITS untuk segera melakukan finalisasi karyanya, Susi menyatakan kapal yang baru dicobanya itu tergolong dalam kualitas tinggi. Pasalnya, dengan kekuatan 1,6 kali lipat kapal dari kayu jati kelas dua.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Sebuah pilihan yang saya pikir kita perlukan dengan mahalnya kayu, susahnya kayu untuk para nelayan. Indonesia mampu bikin seperti ini masa harus impor," pungkasnya.

Rektor ITS Joni Hermana mengungkapkan inovasi-inovasi yang selalu di bangun ini adalah wujud keberadaan dan komitmen ITS, sebagai pergeruruan tinggi yang dapat menjawab segala kebutuhan masyarakat.

Ia mengatakan, kapal Baito Deling 001 ini memiliki 3 keunggulan utama diantaranya kekuatan yang menjadi andalan dimana kekuatannya hampir dua kali lipat dari kapal kayu jati kelas dua.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Kelebihan kedua yaitu dari segi harga yang hanya sekitar 60 persen dibanding kapal nelayan umumnya. Keistimewaan terakhir yaitu bahan baku utama yaitu bambu yang jumlahnya masih tersedia melimpah di Indonesia," pungkasnya.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.