Kamis, 18 Jun 2026 02:19 WIB

Baliho '2024 Ikut Pak Jokowi' Disebut Sikap Politik yang Ambigu

Baliho '2024 Ikut Pak Jokowi' yang terpasang di tepi Jalan Mayjen Prof. Dr. Moestopo, Surabaya (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Baliho '2024 Ikut Pak Jokowi' yang terpasang di tepi Jalan Mayjen Prof. Dr. Moestopo, Surabaya (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Pengamat politik dari Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya Umar Sholahudin menanggapi baliho bertuliskan 'Satu Komando #2024 Ikut Pak Jokowi' yang berdiri di tepi Jalan Mayjen Prof. Dr. Moestopo, Surabaya.

"Ini sikap politik yang ambigu. Secara verbal Jokowi menolak perpanjangan. Tapi di sisi lain berucap wacana tersebut bagian dari demokrasi. Sebenarnya kepentingan oligarki 'pol en ekonomi' sejalan dengan keputusan personal Jokowi yang pengin 'tanduk' atau nambah," ungkap Umar kepada jatimnow.com, Jumat (18/3/2022).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Namun Umar menilai, pemasangan baliho itu tidak sepenuhnya perintah langsung dari Joko Widodo (Jokowi).

"Apakah ini murni dibuat warga (pendukung Jokowi) atau memang ada orderan politik dari istana, termasuk Jokowi?" tanya Umar.

Baca juga:  

Katanya, ada sokongan dari elit-elit politik yang memiliki kepentingan dalam mengatur regulasi, di luar barisan pemerintahan, untuk melenggangkan kepentingan pribadi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Dugaan politik saya, ini adalah proyek orderan politik elit yang dioperasikan sampai akar rumput, terutama elit oligarki yang ambisi atau ngebet perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode," terang dia.

Umar menambahkan, pemasangan baliho seperti itu tidak menunjukkan etika politik yang benar. Bahkan terkesan seperti pembodohan terhadap publik.

"Praktek orderan politik semacam ini, yang memanfaatkan warga masyarakat. Sangat tidak sehat. Memberi pendidikan politik yang buruk. Ada pelanggaran dan bahkan pembajakan demokrasi dengan cara-cara demo-crazy," tegasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Para elit negara tidak memberikan pendidikan politik yang baik dan berpotensi meruntuhkan prinsip-prinsip dan aturan main demokrasi (konstitusional)," sambung Umar.

Sehingga, lanjutnya, perlu ketegasan dari pihak Jokowi untuk memastikan kepada rakyat bahwa dirinya tidak memiliki keinginan melanjutkan kepemimpinannya pada periode ketiga.

"Atas kondisi seperti di atas, mestinya Presiden Jokowi declace dengan jelas dan tegas, hentikan wacana tunda pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden. Jokowi harus menampakkan dirinya sebagai negarawan, bukan politisi," tandas Umar.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.