Selasa, 16 Jun 2026 12:21 WIB

Mengenang Almarhum dr Urip Murtedjo, Sederet Jasanya di Dunia Kedokteran

Prosesi penghormatan terakhir jenazah dr Urip Murtedjo di Fakultas Kedokteran Unair (Foto: Humas FK Unair/ for jatimnow.com)
Prosesi penghormatan terakhir jenazah dr Urip Murtedjo di Fakultas Kedokteran Unair (Foto: Humas FK Unair/ for jatimnow.com)

Surabaya - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kembali kehilangan putra terbaiknya. Staf pengajar Departemen Ilmu Bedah FK Unair, Urip Murtedjo,dr., SpB.KL(K).FINACS(K).FICS, meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Dokter spesialis bedah kepala leher senior itu menghembuskan nafas terakhirnya di Ruang Isolasi Khusus (RIK) RSUD dr. Soetomo sekitar pukul 13.07 WIB, Minggu (13/3/2022).

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Putra pertama dr Urip Murtedjo, Bramantyo H, dr., Sp.B, menuturkan almarhum dirawat di sana selama 6 hari, tepatnya sejak Selasa.

"Sebelumnya masih beraktivitas seperti biasa. Tapi Selasa pagi mengalami sesak nafas, lalu oleh ibu kami langsung dibawa ke RSUD dr. Soetomo," ujar Bramantyo.

Dokter Bramantyo mengatakan selain sesak nafas yang diderita, dr Urip juga memiliki cukup banyak komorbid. Antara lain diabetes, hipertensi, ginjal, dan jantung.

"Karena komorbidnya yang cukup banyak, beliau juga belum sempat mendapatkan vaksin Covid-19 sama sekali," terangnya.

Di mata anaknya, almarhum merupakan sosok yang penyayang dan mendukung anaknya untuk berkembang. "Saya dan saudara saya seperti saat ini tak lepas dari kasih sayang yang beliau berikan," terangnya.

Dokter Urip wafat meninggalkan istri, drg. Wahyuni Widajati. Dan dua orang anak dr. Bramantyo Harwindo, SpB dan Prasetyo Wibowo, ST.

Selain itu dokter kelahiran 4 Juni 1951 itu juga dikenal sebagai perintis Dokter Pendidik Klinik (Dokdiknik) di FK Unair. Dokdiknik ini adalah staf pegawai rumah sakit pendidikan ikut mengajar di fakultas kedokteran.

Baca Juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital

Hal itu seperti yang dikatakan Wakil Dekan 2 FK Unair, Dr. Hanik Badriyah Hidayati, dr., Sp.BS(K). dia mengatakan jika metode tersebut masih digunakan di FK Unair dan juga banyak diberlakukan pada instutusi pendidikan kesehatan yang berafiliasi dengan rumah sakit.

"Seiring banyaknya PPDS yang belajar di FK Unair, jika hanya diajar oleh dosen FK Unair saja tidak akan cukup. Karena atas inisiatifnya beliau mengusulkan adanya program dokdiknik tersebut. Dan kini lahirlah banyak dokter spesialis berkat beliau," terangnya seusai upacara penghormatan terakhir di halaman Aula FK Unair.

Tak hanya itu, semasa hidupnya Dokter berkacamata itu juga pernah mengemban jabatan di RSUD dr. Soetomo, diantaranya mulai dari Wakil Direktur Pendidikan & Penelitian, Wadir Pelayanan Medik dan Plt. Kepala Instalasi Rawat Darurat.

Selain itu, dia juga menjabat sebagai Ketua Pengembangan Paliatif Bebas & Nyeri, Ketua Forum Pers dan Kepala Instalasi Rawat Darurat.

Baca Juga: Kebakaran RSUD dr Soetomo Surabaya, 1 Pasien Dilaporkan Tewas

Semasa berdinas di RSUD dr Soetomo buah pemikiran dari dr Urip Murtedjo juga terwujud dengan berdirinya gedung di lingkungan Rumah Sakit rujukan di Indonesia Timur itu. Contohnya Gedung Paliatif, Gedung IGD terbesar se Indonesia hingga perintis institusi satu-satunya di Indonesia yakni pelayanan operasi kembar siam.

Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD dr. Soetomo, dr. Anang Endaryanto, dr., Sp.A(K) . almarhum juga salah satu perintis layanan operasi kembar siam RSUD Dr. Soetomo bersama almarhum dr. Agus Harianto, Sp.A(K).

"Pelayanan kembar siam hingga saat ini menjadi satu-satunya institusi dengan konsentrasi tersebut di Indonesia. Itu tidak lain atas perjuangan beliau. Beliau ikut merintis, mengembangkan, dan mengkader dokter-dokter sehingga dua unit tersebut berdiri dan besar," tuturnya.

"Beliau tidak terlalu mengejar jabatan. Tapi menghasilkan begitu banyak produk yang melebihi kapasitas sebagai direksi. Jasa beliau akan kami ingat hingga saat ini," imbuhnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.