Senin, 15 Jun 2026 18:21 WIB

Omzet Ternak Ulat Sutra di Kota Batu Menggiurkan

Eko Hariyanto peternak ulat sutra asal Kota Batu. (Foto: Rani for jatimnow.com)
Eko Hariyanto peternak ulat sutra asal Kota Batu. (Foto: Rani for jatimnow.com)

Batu - Kebanyakan orang memilih untuk beternak sapi atau kambing, namun berbeda bagi Eko Hariyanto. Ia lebih memilih beternak ulat sutra.

Warga Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu ini sangat tanggap menangkap peluang bisnis yang menjanjikan, hingga mendapat keuntungan yang lumayan besar.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Saya tertarik mengembangkan ternak ulat sutra setelah melihat tetangga mengawali berternak ulat sutra," jelas Eko.

Usaha yang sudah dia geluti selama 2 tahun ini pun semakin diseriusi. Pasalnya, Eko mendapat order secara berkelanjutan dari pabrik pengolahan sutra yang berada di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

"Di pabrik, sutra-sutra itu bisa diolah menjadi nilai lebih seperti kain, syal, baju hingga sepatu. Setiap 1 periode masa panen atau sebulan saya bisa menghasilkan 10 kilogram sutra. Dan setiap satu kilogramnya bisa dijual bekisar Rp250-300 ribu, tergantung kualitas yang dihasilkan," tuturnya.

Untuk kendala yang biasa dihadapi yaitu cuaca. Kondisi cuaca berpengaruh terhadap proses metamorfosis ulat jadi kepompong.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Eko mencontohkan, bila cuaca sering hujan membuat ulat lambat bermetamorfosis, karena tidak nyaman.

"Tidak itu saja, kendala lain yaitu ketersediaan pakan ulat sutra. Untuk mengatasinya saya melakukan penanaman-penanaman daun jarak di beberapa tempat demi memperbanyak stok pakan ulat," tukasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.