Selasa, 16 Jun 2026 03:52 WIB

Jadi Sasaran Vandalisme, DLH Akan Perketat Pengawasan Alun-alun Jombang

Petugas kebersihan dari DLH Jombang menghapus tulisan kalimat makian kepada polisi di pagar pembatas taman alun-alun Jombang.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Petugas kebersihan dari DLH Jombang menghapus tulisan kalimat makian kepada polisi di pagar pembatas taman alun-alun Jombang.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Alun-alun Jombang menjadi sasaran vandalisme. Agar kasus serupa tak terulang, pihak pengelola akan memperketat pengawasan lokasi tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang Miftahul Ulum, pihaknya langsung melakukan pengecatan setelah ada aksi vandalisme berisi kalimat makian pada aparat kepolisian. Tak bisa dipungkiri, berbagai risiko bisa terjadi di fasilitas umum seperti alun-alun. Untuk itu, sistem pengawasan akan ditingkatkan.

Baca Juga: Pemkab Jombang, Nganjuk dan Kediri Lobi Pusat Terkait Rencana Flyover Mengkreng

“Iya, ini tadi sudah dihapus. Sarana umum di ruang terbuka resiko pasti ada. Untuk itu, kami akan berupaya mengurangi hal itu,” ungkap Ulum kepada sejumlah jurnalis, Selasa (8/3/2022).

Saat ini di area alun-alun sudah ada pengeras suara dan kamera CCTV. Kedua perangkatkan tersebut akan dimaksimalkan guna meningkatkan sistem pangawasan dan pengamanan. “Coba nanti kami putar larangan-larangan apa saja yang tidak boleh dilakukan di alun-alun. Ya, minimal mengingatkan. Namun tidak menjamin hal-hal itu terjadi,” bebernya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Terkait kamera CCTV, posisinya agak jauh dari lokasi aksi vandalism. “Yang di pinggir, kami belum ada. Nanti kami pasang. Untuk tulisan tadi sudah dihapus,” tukasnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Jombang Iptu Qoyum Mahmudi mengaku sudah mengetahui aksi vandalisme yang ditujukan ke institusi Polri. Petugas Satreskrim tengah mengumpulkan bahan dan keterangan atas aksi vandalisme tersebut.

Baca Juga: Menko Pangan Tinjau MBG di Jombang, Dorong Percepatan Distribusi ke Sekolah Agama

"In Sya Allah sudah (tahu vandalisme, red). Yang jelas akan kami lidik. Kemudian kalau nantinya memang berdasarkan data-data yang kami dapatkan sudah ada, kami akan proses," kata Qoyum.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.