Rabu, 17 Jun 2026 21:42 WIB

Sambangi Keluarga Korban Pembacokan di Kediri, Mas Dhito Jamin Biaya Perawatan

Kediri - Peristiwa pembacokan sadis di Dusun Bangun Mulyo, Desa Pojok, Kecamatan Wates pada Senin (7/3/2022) siang, menyita perhatian Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu, mendatangi lokasi dan menemui keluarga korban, Senin malam.

Didampingi perangkat desa dan pihak kepolisian, bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu diantarkan langsung ke rumah para korban. Ia menemui satu persatu keluarga korban, menyampaikan rasa bela sungkawa dan memberikan santunan.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Dari tujuh korban yang semula menjalani perawatan di rumah sakit swasta, sebagian memilih pulang. Mereka takut, semakin lama dirawat biaya yang ditanggung akan semakin besar. Salah satunya Kristiono, yang mendapatkan 32 jahitan di bagian tubuh akibat sabetan sabit.

Prihatin mendengar kabar para korban yang memilih pulang karena takut biaya pengobatan, Mas Dhito langsung menelepon Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simpang Lima Gumul Tony Widyanto. Ia meminta supaya para korban bisa dirawat di rumah sakit milik pemerintah kabupaten Kediri tersebut.

"Dok, ini kejadian di Wates korban yang luka berat atau ringan sudah pulang karena takut biaya. Kita cover ya," katanya melalui sambungan telepon.

Mas Dhito saat menemui keluarga korban pembacokan di Wates, Kediri.Mas Dhito saat menemui keluarga korban pembacokan di Wates, Kediri.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Mas Dhito kemudian membujuk Kristiono dan istrinya agar kembali mau menjalani perawatan di rumah sakit. Setelah berpamitan, Mas Dhito berpesan kepada Kepala Desa Pojok agar warganya yang menjadi korban luka-luka dan memilih pulang supaya mau dirawat kembali.

"Harus menjalani perawatan sampai sembuh, jangan khawatir dengan biaya perawatan, kami yang menanggung," pesannya.

Sementara itu, Kepala Desa Pojok, Darwanto menyampaikan, dalam kejadian tersebut total sepuluh orang yang menjadi korban, tiga di antaranya meninggal. Dari tujuh orang yang mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, empat orang memilih pulang.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

"Tiga orang yang masih dirawat di rumah sakit, orang tuanya, bapak, ibu, sama adik. adiknya yang saat ini kritis," pungkasnya.

(ADV)

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.