Kamis, 18 Jun 2026 23:06 WIB

Aktivitas Tambang Pasir Malam Hari, DLH Jombang Tinjau Lokasi Pagi

Tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang saat mendatangi lokasi galian pasir di Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro. (Foto: DLH Kabupaten Jombang)
Tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang saat mendatangi lokasi galian pasir di Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro. (Foto: DLH Kabupaten Jombang)

Jombang - Munculnya aktivitas tambang pasir yang dilakukan pada malam hari, di Dusun Bodo, Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Jombang, mendapat perhatian serius dari dinas terkait.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, Miftahul Ulum mengaku hari ini Senin (7/3/2022) pagi, pihaknya menurunkan tim untuk meninjau lokasi adanya aktivitas tambang pasir tersebut.

Baca Juga: Pemkab Jombang, Nganjuk dan Kediri Lobi Pusat Terkait Rencana Flyover Mengkreng

"Tadi pagi kami menerjunkan tim untuk mengecek lokasi. Karena ada laporan adanya aktivitas tambang yang menggunakan mesin penyedot pasir," ungkapnya.

Ulum menyebut, saat terjun ke lokasi. Pihaknya masih belum menemukan aktivitas tambang. "Informasi dari teman-teman masih belum menemukan kegiatan tambang di sana," tegasnya.

Baca Juga: Aktivitas Tambang Pasir Malam Hari di Jombang Dikeluhkan Warga, DLH Sebut Ilegal

Baca Juga: Menko Pangan Tinjau MBG di Jombang, Dorong Percepatan Distribusi ke Sekolah Agama

Hanya saja, sambung Ulum, di lokasi ada satu dump truck yang bermuatan pasir dan sempat menanyai sopirnya. "Kami tadi tanya apakah sopir melakukan pengambilan pasir di lokasi," bebernya.

Berdasarkan pengakuan sopir, lanjut Ulum, sopir truk itu hanya mencuci pasirnya karena tercampur dengan tanah. "Informasinya mengambil pasir daerah Kediri terus dicuci di sini (Pulorejo) karena pasir tercampur dengan tanah," katanya.

Meski pengakuan dari sopir tidak ada aktivitas tambang. Pihak DLH akan tetap melakukan pengawasan di lokasi tersebut. "Kami juga tidak percaya begitu saja. Untuk itu kami juga meminta perangkat desa untuk melakukan pengawasan," ujar Ulum.

Baca Juga: Pembangunan Flyover Mengkreng Dibiayai Siapa?

Selain itu, pihak DLH akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Jombang, untuk memastikan tidak ada kerusakan sungai karena adanya kegiatan itu. "Tadi kami sudah melakukan koordinasi dengan PUPR, apakah ada kerusakan di dasar sungai atau tanggulnya," bebernya.

Ulum memastikan, apabila lokasi tersebut memang digunakan kegiatan tambang, secepatnya akan dilakukan penindakan. "Kalau nanti terbukti untuk kegiatan tambang pasti kami akan tutup," pungkas Ulum.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.