Selasa, 16 Jun 2026 04:35 WIB

Guru-guru SD di Ponorogo Ini Sering Terlambat Masuk, Gimana Mas Menteri?

Sabtu (5/3/2022) puluhan siswa menunggu di depan kelas. (Foto: Facebook Barno)
Sabtu (5/3/2022) puluhan siswa menunggu di depan kelas. (Foto: Facebook Barno)

Ponorogo - Jika biasanya siswa terlambat masuk sekolah, akan dikenai hukuman. Lalu bagaimana jika yang sering terlambat adalah guru?

Hal itu terjadi di SDN Bringinan, Jambon, Ponorogo, Jawa Timur. Puluhan siswa harus menunggu guru-guru yang telah digaji oleh negara, itu datang terlambat.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Seharusnya, sesuai jadwal, siswa masuk pukul 07.00 WIB. Namun rupanya siswa harus menunggu guru hingga pukul 08.00 WIB.

Hal itu sesuai dengan unggahan akun Facebook Rahardi Subarno Barno, Lurah Bringinan. Saat itu, Sabtu (5/3/2022) puluhan siswa menunggu di depan kelas. Sebagian lagi memilih bermain di halaman sekolah yang berhadapan dengan kantor Desa Bringinan ini.

"Iya kami menunggu guru. Ya biasa seperti ini. Masuk jam 8 pagi. Ndak pernah ada upacara bendera," jelas salah satu siswa, Tomy.

Sementara, Kepala Desa Bringinan, Subarno menjelaskan bahwa kondisi ini bertahun-tahun. Dia mengaku sudah berang mulai tahun 2018 hingga 2022 tidak ada perubahan.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

Menurutnya, guru seharusnya digugu dan ditiru sikapnya. Namun guru di SDN Bringinan sebaliknya, selalu terlambat datang di sekolah.

"Kalau gini kan namanya korupsi waktu. Saya 2018 sudah tegur. Alasannya sibuk, tapi sibuk kok setiap hari," jelas Barno.

Saat masuk terlambat, kata dia, tentu banyak pelajaran yang tidak diberikan. Upacara bendera yang notabene wajib, juga tidak pernah dilakukan oleh siswa SDN Bringinan karena gurunya terlambat masuk itu.

Baca Juga: Klarifikasi Dugaan Praktik Titipan Jabatan, Komisi D DPRD Jember Panggil Dispendik

Dia mengaku sudah melaporkan ke dinas terkait. Dalam hal ini dinas pendidikan. Barno mengklaim, jika setelah didatangi dinas pendidikan pembelajaran akan normal. "Tetapi tak lama. Nanti kumat lagi. Gurunya masuk terlambat lagi," tegasnya.

Hingga kini, siswa yang belajar di SDN Bringinan hanya 59 siswa. Dia menuding sedikitnya siswa juga dilatarbelakangi karena guru yang terlambat masuk sekolah.

"Ini masa depan siswa, lho. Tutup saja, anak-anak di Bringinan biar sekolah di tempat lain, " pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.