Kamis, 18 Jun 2026 21:17 WIB

Mas Dhito Kembali Membuka Tempat Wisata di Kabupaten Kediri, Simak Aturannya

Pengunjung scan barcode Aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk tempat wisata di Kabupaten Kediri (Foto-foto: Dok. Humas Pemkab Kediri)
Pengunjung scan barcode Aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk tempat wisata di Kabupaten Kediri (Foto-foto: Dok. Humas Pemkab Kediri)

Kediri - Setelah hampir tiga pekan tutup, relaksasi di sektor pariwisata dilakukan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito).

Sebelumnya sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Kediri tutup karena lonjakan kasus Covid-19. Sebab sektor pariwisata menjadi salah satu yang paling terdampak selama masa pandemi ini. Jumlah wisatawan menurun drastis dibanding hari biasa.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Mas Dhito mengatakan, pembukaan tempat wisata ini diberlakukan dengan kapasitas maksimum 50 persen. Seluruh tempat wisata juga diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan screening. Pengunjung harus melakukan scan barcode di pintu masuk wisata.

"Wisata di Kabupaten Kediri kita buka kembali, tapi tetap patuhi protokol kesehatan," ujar Mas Dhito, Kamis (3/3/2022).

Dibukanya kembali wisata di Kabupaten Kediri itu diharapkan dapat membangkitkan ekonomi terutama pelaku wisata yang selama ini terdampak pandemi. Diharapkan pula berimbas positif pada pelaku UMKM hingga sektor pertanian.

"Semoga semuanya lekas membaik, tapi harus diingat wajib terapkan protokol kesehatan," tambah Mas Dhito.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Pengunjung scan barcode Aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk tempat wisata di Kabupaten KediriPengunjung scan barcode Aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk tempat wisata di Kabupaten Kediri

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Adi Suwignyo menyebut, tempat wisata yang dibuka adalah yang dikelola Pemda Kediri, swasta maupun desa.

Adapun tempat wisata yang dikelola Pemda Kediri yaitu Gunung Kelud, Besuki, Sumberpodang, Simpang Lima Gumul (SLG). Monitoring juga terus dilakukan ke objek wisata terkait protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi. Agar pelaku wisata tetap menjalankan aturan yang diberlakukan.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

"Kita juga cek pedagang di objek wisata. Mereka juga harus menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer," pungkasnya.

(ADV)

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.