Selasa, 23 Jun 2026 14:29 WIB

Khofifah Ajak Masyarakat Maknai Isra Miraj Sebagai Spirit Bangkit dari Pandemi

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Bangkalan (Foto-foto: Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Bangkalan (Foto-foto: Humas Pemprov Jatim)

Bangkalan - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat Jatim untuk memaknai peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW sebagai spirit, bangkit dari keterpurukan akibat Pandemi Covid-19.

"Mari jadikan peristiwa Isra Mi'raj sebagai motivasi untuk memperkuat keimanan dan mempererat persatuan serta semangat untuk bangkit dari Pandemi Covid-19," ungkap Khofifah di Bangkalan, Madura, Senin (28/2/2022).

Baca Juga: Khofifah Dorong KUPS Naik Kelas melalui Hilirisasi dan Agroforestri Kopi

Khofifah menyebut, Pandemi Covid-19 harus dimaknai sebagai cobaan untuk meningkatkan kualitas keimanan kepada Allah SWT. Kata dia, sebagai seorang muslim, harus yakin bahwa apapun yang terjadi sudah menjadi kehendak Allah SWT. Salah satu bentuk keyakinan terhadap-Nya adalah dengan berhusnudzon.

"Jangan berburuk sangka kepada Allah SWT. Justru ini kesempatan untuk kita semua mengupgrade diri menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya," tambah dia.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di BangkalanGubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Bangkalan

Khofifah menambahkan, banyak hikmah yang dapat menjadi renungan bersama dalam menangkap makna dan spirit Isra Miraj untuk kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

Baca Juga: Hampir Setahun, Hibah Aspal Dari Khofifah Belum Digunakan Pemkab Tulungagung

Menurutnya, peristiwa Isra Miraj sarat dengan hal-hal yang menakjubkan dan luar biasa lantaran menembus batas-batas nalar dan hukum kebiasaan manusia.

Isra Miraj, lanjut dia, merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW bertemu Allah SWT ke sidratulmuntaha atau langit ke tujuh dalam satu malam saja. Dalam perjalanan Rasulullah juga menerima perintah salat wajib lima waktu setiap hari.

"Dalam konteks menghadapi Pandemi Covid-19, marilah kita jadikan nilai-nilai ajaran salat sebagai bekal untuk menanggulangi wabah ini. Salah satu caranya dengan disiplin prokes dan vaksinasi," imbuhnya.

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di BangkalanGubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Bangkalan

Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut mengimbau kepada umat agar melakukan refleksi diri dengan memperbanyak zikir, memohon ampunan kepada Allah dan berdoa semoga musibah yang melanda Bangsa Indonesia serta seluruh warga dunia segera berlalu.

"Nilai-nilai ibadah salat harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, karena salat sendiri diibaratkan sebagai tiang agama dan dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.